Kisah Legenda Banyuwangi, Tragedi Kesetian Cinta Sri Tanjung pada Patih Sidopekso yang Berujung Petaka Berdarah
Minggu, 07 Agustus 2022 - 08:45 WIB
loading...
Legenda asal-usul Banyuwangi, berawal dari kisah cinta Sri Tanjung dengan Patih Sidopekso. Foto/Dok. banyuwangikab.go.id
A
A
A
Sri Tanjung yang berwajah rupawan, sangat mencintai dan setia kepada suaminya, Patih Sidopekso. Kisah cinta keduanya, menjadi legenda dan cerita rakyat yang berkembang turun-temurun di masyarakat yang hidup di ujung timur Pulau Jawa.
Baca juga: Gara-gara Pidato Peristiwa Surabaya 1945, Soekarno Nyaris Digantikan Tan Malaka
Dilansir dari banyuwangikab.go.id, Sri Tanjung dan Patih Sidopekso, hidup di masa pemerintahan Prabu Sulahkromo. Patih Sidopekso, merupakan pembantu Prabu Sulahkromo. Patih Sidopekso dikenal sebagai pembantu raja yang gagah berani, arif, dan tampan.
Sementara, istri patih Sidopekso, Sri Tanjung juga dikenal sebagai wanita yang sangat cantik, memiliki kesantunan dalam bersikap dan bertutur, dan tentunya sangat setia kepada suaminya.
Baca juga: Lucuti Baju Gadis 14 Tahun di Kamar Hotel, Udin Menangis Ditangkap Polisi
Kecantikan Sri Tanjung ini, ternyata membuat Prabu Sulahkromo kepincut dan tergila-gila kepadanya. Nafsu untuk memiliki Sri Tanjung, membuat Prabu Sulahkromo melancarkan kelicikannya, dan melanggar batasan.
Prabu Sulahkromo dengan liciknya memerintah Patih Sidopekso, untuk menjalankan tugas yang mustahil bisa dilaksanakan oleh manusia biasa. Mendapatkan titah dari sang raja, Patih Sidopekso tak pernah menolaknya, dia dengan setia dan gagah berani melaksanakan titah raja.
Saat patihnya pergi menjalankan tugas yang mustahil, Prabu Sulahkromo mendatangi Sri Tanjung untuk melampiaskan nafsu dan menguasai raga istri bawahannya yang sangat cantik jelita itu.
Namun upaya Prabu Sulahkromo membentur batu besar. Sri Tanjung yang cantik jelita, tetap setia kepada suaminya yang sedang pergi bertugas. Cinta Sri Tanjung kepada Patih Sidopekso tak sedikitpun luntur. Dia terus menjaga nyala cinta sejati itu, dan mendoakan suaminya dalam menjalankan tugas.
Sikap keras Sri Tanjung, membuat Prabu Sulahkromo marah besar. Nafsu ragawi yang sedang membakar jiwanya, menjadi kesumat kemarahan. Penolakan cinta yang dilakukan Sri Tanjung, membuat Prabu Sulahkromo kembali melancarkan strategi licik.
Baca juga: 9 Pelaku Teror Bakar Rumah Warga Jember Ditangkap, Pemicunya Konflik Lahan Kopi
Tanpa dinyana, Patih Sidopekso, ternyata berhasil menjalankan misi mustahil yang merupakan akal-akalan dari Prabu Sulahkromo. Saat sang patih menghadapnya, dan melaporkan keberhasilan misi yang ditugaskan, Prabu Sulahkromo justru menebar fitnah kejam.
Baca juga: Gara-gara Pidato Peristiwa Surabaya 1945, Soekarno Nyaris Digantikan Tan Malaka
Dilansir dari banyuwangikab.go.id, Sri Tanjung dan Patih Sidopekso, hidup di masa pemerintahan Prabu Sulahkromo. Patih Sidopekso, merupakan pembantu Prabu Sulahkromo. Patih Sidopekso dikenal sebagai pembantu raja yang gagah berani, arif, dan tampan.
Sementara, istri patih Sidopekso, Sri Tanjung juga dikenal sebagai wanita yang sangat cantik, memiliki kesantunan dalam bersikap dan bertutur, dan tentunya sangat setia kepada suaminya.
Baca juga: Lucuti Baju Gadis 14 Tahun di Kamar Hotel, Udin Menangis Ditangkap Polisi
Kecantikan Sri Tanjung ini, ternyata membuat Prabu Sulahkromo kepincut dan tergila-gila kepadanya. Nafsu untuk memiliki Sri Tanjung, membuat Prabu Sulahkromo melancarkan kelicikannya, dan melanggar batasan.
Prabu Sulahkromo dengan liciknya memerintah Patih Sidopekso, untuk menjalankan tugas yang mustahil bisa dilaksanakan oleh manusia biasa. Mendapatkan titah dari sang raja, Patih Sidopekso tak pernah menolaknya, dia dengan setia dan gagah berani melaksanakan titah raja.
Saat patihnya pergi menjalankan tugas yang mustahil, Prabu Sulahkromo mendatangi Sri Tanjung untuk melampiaskan nafsu dan menguasai raga istri bawahannya yang sangat cantik jelita itu.
Namun upaya Prabu Sulahkromo membentur batu besar. Sri Tanjung yang cantik jelita, tetap setia kepada suaminya yang sedang pergi bertugas. Cinta Sri Tanjung kepada Patih Sidopekso tak sedikitpun luntur. Dia terus menjaga nyala cinta sejati itu, dan mendoakan suaminya dalam menjalankan tugas.
Sikap keras Sri Tanjung, membuat Prabu Sulahkromo marah besar. Nafsu ragawi yang sedang membakar jiwanya, menjadi kesumat kemarahan. Penolakan cinta yang dilakukan Sri Tanjung, membuat Prabu Sulahkromo kembali melancarkan strategi licik.
Baca juga: 9 Pelaku Teror Bakar Rumah Warga Jember Ditangkap, Pemicunya Konflik Lahan Kopi
Tanpa dinyana, Patih Sidopekso, ternyata berhasil menjalankan misi mustahil yang merupakan akal-akalan dari Prabu Sulahkromo. Saat sang patih menghadapnya, dan melaporkan keberhasilan misi yang ditugaskan, Prabu Sulahkromo justru menebar fitnah kejam.
Lihat Juga :