Gara-gara Pidato Peristiwa Surabaya 1945, Soekarno Nyaris Digantikan Tan Malaka

Minggu, 07 Agustus 2022 - 05:00 WIB
loading...
Gara-gara Pidato Peristiwa...
Presiden Republik Indonesia, Soekarno. Foto/Repro
A A A
Kemerdekaan Indonesia baru seumur jagung, usai diproklamasikan Soekarno -Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Persoalan kepemimpinan nasional sudah muncul di tengah gejolak revolusi dan agresi militer.

Baca juga: Kisah Hasjim Ning, Raja Mobil Indonesia Berdarah Minang Keponakan Bung Hatta

Sukarni atau Soekarni, tokoh di balik peristiwa Rengasdengklok, tiba-tiba mendesak Soekarno atau Bung Karno untuk tidak melanjutkan jabatan kepresidenan Indonesia. Sukarni mendatangi Wakil Presiden Mohammad Hatta.



Kepada Bung Hatta, laki-laki kelahiran Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang dikenal bersepak terjang radikal itu, terang-terangan mengungkapkan pikirannya. Sukarni menilai Bung Karno tidak pantas lagi menjabat Presiden Republik Indonesia.

Baca juga: Kisah Syekh Malang Sumirang, Tetap Hidup saat Dibakar Sunan Kudus di Alun-alun

Ketidakpantasan itu timbul, akibat pidato Bung Karno yang meminta rakyat tidak tersulut atas peristiwa tewasnya Jenderal Inggris (Sekutu) AWS Mallaby di Surabaya, pada akhir Oktober 1945.

Peristiwa yang lantas membuat Sekutu mengultimatum Arek-arek Surabaya, untuk menyerah itu mendapat respons pidato Bung Karno yang intinya meminta rakyat Surabaya dan Indonesia pada umumnya, tetap tenang.

Permintaan tetap tenteram menghadapi ancaman Sekutu, bagi Sukarni tidak pantas diucapkan pemimpin revolusioner yang sedang berjuang. Kepemimpinan dalam situasi revolusi harus dijalankan secara revolusioner.

"Tan Malaka lah, katanya (Sukarni) yang sesuai tuntutan revolusi dalam memimpin perjuangan," kata Bung Hatta seperti dikutip Deliar Noer dalam buku Mohammad Hatta Biografi Politik.

Apa yang didesakkan Sukarni kepada Bung Karno, tidak terlepas dari peristiwa Testamen Politik Tan Malaka atau surat wasiat politik yang ditandatangani Soekarno-Hatta pada 1 Oktober 1945.

Baca juga: Kisah Sunan Ngudung, Panglima Perang Demak yang Gugur saat Memimpin Penyerangan ke Majapahit

Peristiwa yang terjadi didahului peristiwa 25 Agustus 1945, yakni kehadiran Tan Malaka di rumah Ahmad Subardjo, Jakarta. Secara rahasia Tan Malaka kemudian bertemu Bung Karno di rumah dokter Soeharto atau Suharto, dokter pribadi Bung Karno.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Gubernur Pramono Anung...
Gubernur Pramono Anung Bersama Megawati Resmikan Taman Bendera Pusaka
Kisah Letkol Imam Syafiie...
Kisah Letkol Imam Syafiie Tolak Tawaran Bung Karno Jadi Komandan Cakrabirawa
Kisah Pidato Menggelegar...
Kisah Pidato Menggelegar Bung Tomo Kobarkan Semangat Juang Arek-arek Surabaya Hadapi Tentara Sekutu
Kongres XXII GMNI di...
Kongres XXII GMNI di Bandung Ditutup, Sujahri Sampaikan Kata Puitis Bung Karno
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Rekomendasi
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Saat Negeri Hoki Demam...
Saat Negeri Hoki Demam Sepak Bola
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Berita Terkini
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved