9 Pelaku Teror Bakar Rumah Warga Jember Ditangkap, Pemicunya Konflik Lahan Kopi

Sabtu, 06 Agustus 2022 - 21:21 WIB
loading...
9 Pelaku Teror Bakar Rumah Warga Jember Ditangkap, Pemicunya Konflik Lahan Kopi
Sembilan pelaku pembakaran rumah, mobil dan sepeda motor di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, berhasil ditangkap. Foto/iNews TV/Bambang Sugiarto
A A A
JEMBER - Polres Jember, berhasil menangkap para pelaku dan otak teror pembakaran rumah warga. Penangkapan ini dilakukan, setelah tim penyidik Satreskrim Polres Jember, memeriksa secara intensif belasan saksi.

Baca juga: Pasca Pembakaran Rumah Warga di Dusun Dampik Rejo, Polisi Lakukan Penjagaan

Tak hanya rumah, para pelaku teror juga membakar mobil, sepeda motor, dan mesin giling kopi milik warga Dusun Dampik Rejo, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Sembilan pelaku yang ditangkap, semuanya warga Kecamatan kalibaru, Kabupaten Banyuwangi.



Kapolres Jember, AKBP Hery Purnomo mengungkapkan, motif dari para pelaku teror pembakaran rumah tersebut, karena geram kopinya yang ditanam di wilayah Kecamatan Silo, kerap hilang dan diduga dicuri warga Dusun Dampik Rejo.

Baca juga: Hilang di Perkebunan Tonsea Lama, Kakek 94 Tahun Ditemukan Lemas Belum Makan

"Tak hanya itu, masalah pembatas lahan garap milik warga Kecamatan Kalibaru, dan Kecamatan Silo, juga kerap menjadi permasalahan hingga memicu perselisihan antar warga," ujar Hery.

Akumulasi persoalan lahan kopi tersebut, diduga menjadi pemicu warga dari Kecamatan Kalibaru, menyerang warga Dusun Dampik Rejo, dengan membakar rumah, mobil, sepeda motor, dan alat penggilingan kopi.

Baca juga: Memalukan! Sidang Paripurna DPRD Maluku Tengah Ricuh

Hingga kini, polisi masih terus melakukan pengembangan penyelidikan kasus teror pembakaran rumah ini, karena diduga masih ada pelaku lain yang terlibat. Selain meminta bantuan Polda Jatim, Polres Jember juga bekerjasama dengan Polres Banyuwangi, untuk menangani kasus ini.

Akibat ulahnya melakukan teror pembakaran rumah, para pelaku kini ditahan di Polres Jember, dan dijerat Pasal 487 ayat 1 KUHP, junto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1583 seconds (10.177#12.26)