Kedekatan Bung Tomo dengan Kiai Besar di Jawa meski Tak Pernah Nyantri
Rabu, 13 November 2024 - 07:07 WIB
loading...
Bung Tomo menjadi aktor intelektual yang mengobarkan Perang 10 November 1945 di Surabaya. Sosoknya tak hanya dikenal memiliki keberanian, tapi juga cukup religius. Foto: Ist
A
A
A
SURABAYA - Bung Tomo menjadi aktor intelektual yang mengobarkan Perang 10 November 1945 di Surabaya. Sosoknya tak hanya dikenal memiliki keberanian, tapi juga cukup religius.
Sejak kecil Sutomo nama aslinya, seseorang yang taat beragama. Bung Tomo kecil selalu diajari salat, menunaikan ibadah puasa, membayar zakat kepada fakir miskin, mengaji Al-Qur'an, serta kegiatan keagamaan lainnya.
Baca juga: Kebiasaan Tokoh Pertempuran Surabaya Bung Tomo yang Jarang Diketahui
Dari pendidikan semacam itulah dia tumbuh menjadi seorang pribadi yang cinta kepada bangsanya, menentang kemiskinan akibat kesewenang-wenangan para penjajah, dan selalu berjuang membela orang yang lemah.
Sejak masa kecilnya, Sutomo tumbuh menjadi seorang muslim yang taat beribadah, menghargai sesamanya, namun dia juga kritis terhadap lingkungan sosial, pemimpinnya, para tokoh di masanya, para politisi, termasuk juga para kiai.
Karena banyak mengikuti jejak para kiai sekaligus banyak mengenyam pendidikan keagamaan yang salah satunya menekankan pada kejujuran, maka Bung Tomo terbiasa berbicara dengan terus-terang sebagaimana dikutip dari "Bung Tomo: Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempur 10 November" dari tulisan Abdul Waid.
Bung Tomo adalah seorang anak yang suka bekerja keras tanpa mengenal lelah dan selalu termotivasi untuk memperbaiki keadaan. Segala keadaan yang dianggapnya melenceng tidak benar, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan orang banyak, dia selalu berhasrat memperbaikinya minimal dengan saran dan kritik yang tajam dan lugas.
Sejak kecil Sutomo nama aslinya, seseorang yang taat beragama. Bung Tomo kecil selalu diajari salat, menunaikan ibadah puasa, membayar zakat kepada fakir miskin, mengaji Al-Qur'an, serta kegiatan keagamaan lainnya.
Baca juga: Kebiasaan Tokoh Pertempuran Surabaya Bung Tomo yang Jarang Diketahui
Dari pendidikan semacam itulah dia tumbuh menjadi seorang pribadi yang cinta kepada bangsanya, menentang kemiskinan akibat kesewenang-wenangan para penjajah, dan selalu berjuang membela orang yang lemah.
Sejak masa kecilnya, Sutomo tumbuh menjadi seorang muslim yang taat beribadah, menghargai sesamanya, namun dia juga kritis terhadap lingkungan sosial, pemimpinnya, para tokoh di masanya, para politisi, termasuk juga para kiai.
Karena banyak mengikuti jejak para kiai sekaligus banyak mengenyam pendidikan keagamaan yang salah satunya menekankan pada kejujuran, maka Bung Tomo terbiasa berbicara dengan terus-terang sebagaimana dikutip dari "Bung Tomo: Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempur 10 November" dari tulisan Abdul Waid.
Bung Tomo adalah seorang anak yang suka bekerja keras tanpa mengenal lelah dan selalu termotivasi untuk memperbaiki keadaan. Segala keadaan yang dianggapnya melenceng tidak benar, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan orang banyak, dia selalu berhasrat memperbaikinya minimal dengan saran dan kritik yang tajam dan lugas.
Lihat Juga :