Usai Tiduri Istri Orang di Hotel, Kepala Sekolah Ini Panik Kepergok Anak

Kamis, 07 Juli 2022 - 18:13 WIB
loading...
Usai Tiduri Istri Orang di Hotel, Kepala Sekolah Ini Panik Kepergok Anak
Oknum kepala SMP di Kabupaten Belitung Timur, tertangkap basah selingkuh dengan istri orang di hotel. Foto/Ilustrasi
A A A
BELITUNG TIMUR - Ulah seorang Kepala SMP di Kabupaten Belitung Timur, mencoreng dunia pendidikan. Pria berinisial S (58) tersebut, kedapatan selingkuh saat ke luar kamar hotel bersama istri orang berinisial M di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Baca juga: Asyik Lucuti Baju Janda di Kamar Kos, Brigadir Polisi di Jambi Panik Pintu Didobrak Polwan

Kepala SMP yang sebentar lagi memasuki masa pensiun ini, kepergok oleh anak wanita selingkuhannya. Kabar perselingkuhan itu akhirnya viral di media sosial, karena Kepala SMP bersama wanita selingkuhannya itu sempat dibawa ke Polsek Tanjungpandan.



Menanggapi perkara perselingkuhan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Sarjano mengatakan, yang bersangkutan pastinya akan dikenai sanksi tegas, berupa pencopotan dari jabatannya sebagai kepala sekolah.

Baca juga: Tegas! Cucu Pendiri NU Minta Polisi Segera Tangkap Anak Kiai Jombang Buron Pencabulan Santriwati

Sarjono menjelaskan, masalah perzinahan dan perselingkuhan oleh ASN bisa dikategorikan pelanggaran berat, sehingga bisa mendapatkan sanksi paling berat yaitu dipecat secara tidak hormat sebagai ASN.

"Yang bersangkutan ini sudah mau pensiun, harusnya mengisi masa-masa akhir tugasnya dengan baik. Semoga masalah ini jadi pelajaran kita semua," tegas Sarjono, Kamis (7/7/2022).

Baca juga: Jelang Kedatangan Presiden Jokowi, Warga Medan Bahagia Kawasan Langganan Banjir Rob Diperbaiki

Lebih lanjut Sarjono menyebutkan, akan membentuk tim pendisiplinan terlebih dahulu bersama dengan BKPSDM, Inspektorat, dan pihak terkait. Dari diskusi tersebut, nanti akan disepakati apa sanksi yang akan diberikan kepada Kepala SMP, S tersebut.

Dia juga berpesan kepada seluruh ASN yang bergerak di institusi pendidikan, utamanya guru, harus menjadikan ini pelajaran. "Jangan sampai karena perbuatan sesaat, jadi mencoreng nama baik sendiri, keluarga, sampai institusi," pungkas Sarjono.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1603 seconds (11.252#12.26)