Tegas! Cucu Pendiri NU Minta Polisi Segera Tangkap Anak Kiai Jombang Buron Pencabulan Santriwati

Kamis, 07 Juli 2022 - 08:14 WIB
loading...
Tegas! Cucu Pendiri NU Minta Polisi Segera Tangkap Anak Kiai Jombang Buron Pencabulan Santriwati
Ketua Umum Barisan Gus (Bagus) Indonesia, KH. Fahmi Amrulloh Hadziq, mendesak polisi segera menangkap anak kiai di Jombang, yang mencabuli santriwati. Foto/iNews TV/Mukhtar Bagus
A A A
JOMBANG - Sikap tegas diambil Ketua Umum Barisan Gus (Bagus) Indonesia, KH. Fahmi Amrulloh Hadziq, terhadap kasus dugaan pencabulan santriwati yang dilakukan anak kiai di Kabupaten Jombang. Dia mendesak polisi segera menangkap buron tersebut.

Baca juga: Drama 3 Jenderal Polisi Gagal Tangkap Anak Kiai Jombang Buron Pencabulan Santriwati, Ini Penegasan Wakapolda Jatim

Cucu pendiri NU, KH. Hasyim Asyari ini merasa prihatin saat ratusan polisi bersenjata lengkap, gagal menangkap buron pencabulan santriwati berinisial MSA di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, pada Minggu (3/7/2022) siang hingga malam.



Pria yang akrab disapa Gus Fahmi ini mendesak polisi agar tidak ragu atau takut dalam menjalankan tugasnya menegakkan hukum tanpa pandang bulu. "Kami pastinya prihatin, polisi gagal dalam menjalankan tugasnya menangkap pelaku pencabulan santriwati tersebut," tegasnya.

Baca juga: Tragis! Janda Muda dan Balita Tewas dalam Kebakaran di Bandar Lampung

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Putri ini, merasa sedih karena yang menjadi penghalang dari pelaksanaan tugas polisi itu adalah kiai sepuh (KH Mukhtar Mu'ti) pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, yang merupakan ayah dari MSA buron pencabulan santriwati.

Gus Fahmi menjelaskan, polisi harusnya memahami bahwa apa yang disampaikan oleh ayah tersangka itu adalah fatwa pribadi, yang disampaikan oleh seorang ayah untuk melindungi anaknya, bukan fatwa kiai atau ulama untuk kepentingan masyarakat umum.

Baca juga: Jelang Kedatangan Presiden Jokowi, Warga Medan Bahagia Kawasan Langganan Banjir Rob Diperbaiki

Dengan tetap menghormati kiai sepuh, Gus Fahmi meminta polisi tidak mundur dan segera melaksanakan tugasnya menangani kasus pencabulan santriwati ini hingga tuntas. "Jika tidak dituntaskan, akan mencoreng nama baik pesantren di Jombang dan di Indonesia secara keseluruhan," pungkasnya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1858 seconds (10.55#12.26)