Kisah Perselingkuhan Istri Raja dan Patih Kerajaan Galuh Bikin Gempar Rakyat
Kamis, 07 November 2024 - 09:10 WIB
loading...
Perjalanan Kerajaan Galuh diwarnai skandal perselingkuhan pejabat pemerintahan dan pergolakan internal. Foto: Ist
A
A
A
PERJALANAN Kerajaan Galuh diwarnai skandal perselingkuhan pejabat pemerintahan dan pergolakan internal. Semua ini berasal dari penunjukan Premana Dikusuma ternyata diam-diam mendapat ancaman dari sang patihnya Tamperan, yang sama-sama ditunjuk Sanjaya.
Tamperan yang menjabat patih memiliki hubungan dekat dengan Pangerenyep, istri Raja Premana Dikusuma. Keduanya bahkan berusia sebaya sama-sama kelahiran 704 dan saling mengenal baik sejak kecil di Keraton Pakuan dan sama-sama cicit Maharaja Tarusbawa.
Baca juga: Serangan Mendadak Ciung Wanara saat sang Raja Menyabung Ayam Meruntuhkan Kerajaan Galuh
Sosok Pangerenyep merupakan istri yang dijodohkan Sanjaya, Raja Sunda ke Premana Dikusuma, cucu penguasa Galuh Purbasora. Namun, Premana Dikusuma lebih memilih untuk bertapa tanpa memikirkan istri dan jabatan raja yang diembannya.
Saleh Danasasmita pada bukunya "Menemukan Kerajaan Sunda", kedekatan antara patih Galuh dan istri raja serta sama-sama merasakan derita batin karena kehadirannya sebagai orang Sunda di Keraton Galuh kurang disenangi orang Galuh sendiri.
Tamperan yang menjabat patih memiliki hubungan dekat dengan Pangerenyep, istri Raja Premana Dikusuma. Keduanya bahkan berusia sebaya sama-sama kelahiran 704 dan saling mengenal baik sejak kecil di Keraton Pakuan dan sama-sama cicit Maharaja Tarusbawa.
Baca juga: Serangan Mendadak Ciung Wanara saat sang Raja Menyabung Ayam Meruntuhkan Kerajaan Galuh
Sosok Pangerenyep merupakan istri yang dijodohkan Sanjaya, Raja Sunda ke Premana Dikusuma, cucu penguasa Galuh Purbasora. Namun, Premana Dikusuma lebih memilih untuk bertapa tanpa memikirkan istri dan jabatan raja yang diembannya.
Saleh Danasasmita pada bukunya "Menemukan Kerajaan Sunda", kedekatan antara patih Galuh dan istri raja serta sama-sama merasakan derita batin karena kehadirannya sebagai orang Sunda di Keraton Galuh kurang disenangi orang Galuh sendiri.
Lihat Juga :