Budidaya Ulat Jerman, Keberhasilan Pemuda asal Majalengka ini Diapresiasi

Rabu, 24 Juni 2020 - 11:31 WIB
loading...
Budidaya Ulat Jerman,...
Wartika menunjukan boks budidaya ulat jerman. Foto/SINDOnews/Inin Nas
A A A
MAJALENGKA - Bagi banyak orang, ulat mungkin dianggap sebagai hama menjijikan yang layak dijauhi. Padahal, ada sebagian ulat yang bisa menjadi sumber pundi-pundi cukup menggiurkan.

Ulat Jerman misalnya, adalah jenis ulat yang bisa mendatangkan keuntungan jika dimanfaatkan dengan baik.

Hal itu seperti yang dilakukan oleh Wartika, warga Desa Sumber Wetan, Kecamatan Jatitujih, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Dari aktivitasnya membudidayakan ulat yang memiliki ukuran panjang 5 sampai 6 sentimeter ini, dia bisa meraup keuntungan yang lumayan.

Keuntungan yang diperoleh Wartika dari budidaya Ulat Jerman ini selaras dengan maraknya warga yang memelihara burung dan Ikan. Sebab, Ulat Jerman merupakan pakan bagi rua jenis hewan peliharaan itu.

"Alhamdulillah sudah menghasilkan dari hasil ulat ini. Tapi Saya belum mau sebut angka dulu," kata dia.

Wartika memang masih merahasiakan keuntungan yang dikantonginya. Namun, jika melihat harga ulat Jerman di pasaran, omzet Wartika dari usahanya itu, tidak bisa dipandang remeh.

Di pasaran, harga ulat Jerman kisaran Rp30-Rp35 ribu per kilogram. Wartika biasa memanen Ulat Jerman setiap dua pekan, dengan hasil panen minimal 51 kilogram ulat yang dijual untuk para peternak burung dan ikan.

Di sisi lain, untuk pakan Ulat, cukup dengan dedak, yang bisa didapat dari Heleran (penggilingan padi).

Selain Dedak, dia juga memanfaatkan pepaya muda, untuk diambil sarinya, sebagai sumber minuman. Satu-satunya yang boleh dikatalan cukup sulit dalam hal pakan adalah ampas tahu.

"Untuk pakan mah tidak harus setiap hari. Kalau persediaan di kotaknya udah abis, baru dikasih lagi, sekitar 8 gram," jelas dia.

Usaha budidaya ulat Jerman, memang cukup membantu dalam hal 'ketahanan ekonomi' Wartika. Dia mengaku sudah menggeluti usaha ini selama 2 tahun, sejak 2018 lalu.

Kendati demikian, alih-alih ingin menguasai usaha budidaya ulat Jerman seorang diri, dia justru berharap usaha itu bisa dilakukan oleh banyak orang. (Baca juga: Ambil Untung Tes COVID Bisa Dihukum Pidana dan Pencabutan Izin Usaha)

Selama menggeluti usaha tersebut, di daerahnya, Kecamatan Jatitujuh, masih sangat jarang warga yang melakukan usaha serupa.

"Menurut saya sudah saatnya kita tingkatkan produktifitas dan kualitas hidup. Salah satunya melalui budidaya ini," jelasnya.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Amanat Petani Tembakau...
5 Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara di Tengah Penyimpangan Pita Cukai
Menguak Tabir Hubungan...
Menguak Tabir Hubungan Rahasia Kerajaan Nusantara dan Kesultanan Persia: Diplomasi Rempah yang Mengubah Wajah Indonesia!
Raja Singasari Kertanagara...
Raja Singasari Kertanagara Pencetus Penyatuan Nusantara yang Gemar Jalankan Ritual Tantrayana
Infrastuktur Hidrogen...
Infrastuktur Hidrogen Hijau Kunci Wujudkan Dekarbonisasi Transportasi
Majelis Adat Kerajaan...
Majelis Adat Kerajaan Nusantara Dukung Pembangunan Nasional
Kekuasaan hingga Semenanjung...
Kekuasaan hingga Semenanjung Melayu Buat Kerajaan Sriwijaya Jadi Poros Perdagangan Internasional
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Kolaborasi Budaya Nusantara...
Kolaborasi Budaya Nusantara untuk Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan UMKM
Waka BRIN Sebut Pentingnya...
Waka BRIN Sebut Pentingnya Kesetaraan Peradaban Nusantara dengan China
Rekomendasi
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Iran Bangkit Dua Kali,...
Iran Bangkit Dua Kali, Imbangi Selandia Baru 2-2 di Piala Dunia 2026
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Berita Terkini
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Gempa Besar M6,7 Guncang...
Gempa Besar M6,7 Guncang Palu, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved