Kisah Kertajaya, Raja Kediri yang Mengaku Sebagai Tuhan, Tewas Oleh Serangan Mematikan Ken Arok

Jum'at, 07 Januari 2022 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Prabu Dandhang Gendis sendiri, disebut dalam Kitab Pararaton melarikan diri dan bersembunyi naik ke kahyangan. Sementara di Kitab Nagarakertagama, menyebut usai mengalami kekalahan dari pasukan Tumapel, Kertajaya melarikan diri dan bersembunyi dalam dewalaya atau tempat dewa.

Baca juga: Aura Magis dan Rahasia Kecantikan Ken Dedes Pemikat Para Raja

Baik Kitab Pararaton, maupun Kitab Nagarakertagama, sama-sama menyebutkan Kertajaya atau Prabu Dandhang Gendis melarikan diri ke alam dewata, usai pasukannya kalah perang. Persembunyian di alam dewata ini, bisa diartikan sebagai candi pemujaan, atau bahkan Kertajaya memang sudah tewas.

Selain di dalam Kitab Nagarakertagama, nama Kertajaya sebagai Raja Kediri juga disebutkan dalam sejumlah prasasti, di antaranya Prasasti Galunggung berangka tahun 1194 masehi; Prasasti Kamulan tahun 1194 masehi; Prasasti Palah tahun 1197 masehi; Prasasti Biri dan Prasasti Lawadan berangka tahun 1205 masehi.

Prasasti-prasasti itu dengan gamblang menyebutkan, Kertajaya yang memimpin Kerajaan Kediri, memiliki gelar Sri Maharaja Sri Sarweswara Triwikramawatara Anindita Srenggalancana Digjaya Uttunggadewa.

Kertajaya memerintah di Kerajaan Kediri pada tahun 1194-1222 Masehi, sebelum akhirnya dikalahkan Ken Arok dari Kerajaan Singasari. Kekalahan itu menjadi akhir dari masa kekuasaan Kerajaan Kediri kala itu.

Pada masa kekuasaannya, Raja Kertajaya disebut kerap kali membuka konflik dengan kaum Brahmana. Hal ini juga dikisahkan pada buku Kerajaan Kediri atau Panjalu: Sistem Politik, Ekonomi, Sosial, dan Budaya karya Tanaya Yuka, Dieta Lebe Ravando, dan Iqra R serta sejumlah sumber lainnya.

Baca juga: Perang Ganter, Siasat Ken Arok Hancurkan Kekuasaan Raja Kediri Kertajaya

Keinginan Kertajaya dipuja layaknya Tuhan, memicu konflik dengan kaum Brahmana, sebab dalam tradisi Hindu, Brahmana merupakan kasta tertinggi. Sementara para Kesatria seperti seperti pejabat istana, termasuk raja, merupakan kasta yang ada di bawah Brahmana.

Beberapa orang yang tak mengakui ketuhanan Kertajaya, harus mengalami siksaan keji hingga mati. Sementara bagi mereka yang mengakui ketuhanan Kertajaya, akan dibebaskan dari segala hukuman dan diberikan kedudukan terhormat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Puluhan Pengusaha Katering...
Puluhan Pengusaha Katering di Kediri Tertipu 'Kerja Sama' Makan Gratis
Satu Keluarga Tenggak...
Satu Keluarga Tenggak Racun Gegara Terlilit Utang Pinjol di Kediri
Rekomendasi
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
Kumpulan Ayat-ayat Al...
Kumpulan Ayat-ayat Al Quran tentang Pernikahan yang Penting Diketahui
Berita Terkini
6 Kendaraan Tabrakan...
6 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Bintara Arah Cakung, 1 Orang Tewas dan 2 Luka-luka
Kemarau Makin Meluas,...
Kemarau Makin Meluas, BMKG Prediksi Potensi Hujan Lokal Masih Tetap Ada
Pecinta Hewan Sambangi...
Pecinta Hewan Sambangi Kelurahan Pluit, Spanduk Larangan Memberi Makan Kucing Tak Bertuan Dicopot
Dukung Fatwa Haram MUI...
Dukung Fatwa Haram MUI Jatim, Kadin dan APVI Tegaskan Produk Vape Legal Bebas Narkoba
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Berikut Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3.500 Meter
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved