Perang Ganter, Siasat Ken Arok Hancurkan Kekuasaan Raja Kediri Kertajaya
Jum'at, 19 November 2021 - 05:26 WIB
loading...
Perang Ganter merupakan sebuah pertempuran antara dua penguasa Jawa rival pada awal abad ke-13. Yaitu antara Ken Arok melawan melawan Raja Kertajaya dari Kediri. (Ist)
A
A
A
Perang Ganter merupakan sebuah pertempuran antara dua penguasa Jawa rival pada awal abad ke-13. Yaitu antara Ken Arok melawan melawan Raja Kertajaya dari Kediri.
Perang yang terjadi di daerah Ganter sekitar sekarang Malang tersebut dimenangkan oleh Ken Arok . Pertempuran tersebut mengukuhkan kekuasaan Ken Arok atas Jawa Timur, dan pendirian pemerintahan dinasti Rajasa di Singhasari.
Dari abad ke -8 hingga 12, pulau Jawa diperintah oleh sejumlah raja dan keluarga bangsawan. Di bagian timur pulau itu, negara-negara feodal yang berpusat pada pertanian (yaitu penguasa Sailendra, Kediri, Tumapel, dan Majapahit) secara berangsur-angsur memperebutkan tanah yang subur untuk menanam padi.
Pada awal abad ke-13, para pejuang ini ditantang oleh munculnya kekuatan politik baru di wilayah tersebut. Penantang ini datang dalam diri Ken Arok, seorang kepala desa yang menjadi petani yang berupaya meningkatkan kekuatan politiknya,
Ken Arok berhasil mensejajarkan desanya dengan kadipaten Tumapel yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kediri. Ken Arok berhasil menjadi penasihat penting pemimpin (akuwu) Tumapel saat itu, Tunggul Ametung.
Setelah serangkaian intrik, Ken Arok berhasil mengatur aksi pembunuhan terhadap Tunggul Ametung.
Setelah menggantikan Tunggul Ametung sebagai penguasa Tumapel, Ken Arok mulai mengkonsolidasikan kekuatan militer dan politiknya untuk berperang melawan Kerajaan Kediri, saingan lama Tumapel.
Perang yang terjadi di daerah Ganter sekitar sekarang Malang tersebut dimenangkan oleh Ken Arok . Pertempuran tersebut mengukuhkan kekuasaan Ken Arok atas Jawa Timur, dan pendirian pemerintahan dinasti Rajasa di Singhasari.
Dari abad ke -8 hingga 12, pulau Jawa diperintah oleh sejumlah raja dan keluarga bangsawan. Di bagian timur pulau itu, negara-negara feodal yang berpusat pada pertanian (yaitu penguasa Sailendra, Kediri, Tumapel, dan Majapahit) secara berangsur-angsur memperebutkan tanah yang subur untuk menanam padi.
Pada awal abad ke-13, para pejuang ini ditantang oleh munculnya kekuatan politik baru di wilayah tersebut. Penantang ini datang dalam diri Ken Arok, seorang kepala desa yang menjadi petani yang berupaya meningkatkan kekuatan politiknya,
Ken Arok berhasil mensejajarkan desanya dengan kadipaten Tumapel yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kediri. Ken Arok berhasil menjadi penasihat penting pemimpin (akuwu) Tumapel saat itu, Tunggul Ametung.
Setelah serangkaian intrik, Ken Arok berhasil mengatur aksi pembunuhan terhadap Tunggul Ametung.
Setelah menggantikan Tunggul Ametung sebagai penguasa Tumapel, Ken Arok mulai mengkonsolidasikan kekuatan militer dan politiknya untuk berperang melawan Kerajaan Kediri, saingan lama Tumapel.

Lihat Juga :