Dewan Pastikan Seret Dua Isu Rumah Sakit pada Parsial Ketiga
Rabu, 10 Juni 2020 - 13:44 WIB
loading...
DPRD Kota Makassar menaggapi serius sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang mengesampingkan dua proyek Rumah Sakit (RS), yaitu RS Batua dan RS Ujung Pandang Baru. Foto : SINDOnews/Doc
A
A
A
MAKASSAR - DPRD Kota Makassar menaggapi serius sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang mengesampingkan dua proyek Rumah Sakit (RS), yaitu RS Batua dan RS Ujung Pandang Baru. Dewan memastikan keputusan tersebut dibahas pada parsial ketiga.
Baca : Pemkot Lanjutkan Proyek Pembangunan Trotoar Metro Tanjung Bunga Senilai Rp100 M
"Inikan akan ada parsial ketiga yang akan diajukan oleh pemerintah, setelah dampakCOVID ini, saya selaku ketua komisi C akan mempertanyakan hal tersebut, saya sudah sering mengatakan ini di rapat badan anggaran," ungkap Ketua Komisi C Bidang Pembangunan, Abdi Asmara.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan dua RS tersebut dianggap cukup krusial dan beberapa kali telah direkomendasikan oleh dewan untuk dilanjutkan, maka itu sikap Pemkot yang mengesampingkan proyek menjadi penting untuk dibahas.
Abdi melanjutkan bahwa berapapun anggaran yang saat ini dimiliki oleh Pemkot, kedua Proyek RS tersebut seyogyanya harus tetap berjalan. Sikap Pemkot yang justru lebih mengutamakan trotoar sangat melukai hati masyarakat lantaran dengan situasi pandemi COVID-19 masyarakat lebih membutuhkan pembangunan RS, ataupun jalan-jalan tanah sebab memberi asas manfaat.
"Itukan belum terlalu urgen untuk dilaksanakan, masih banyak jalan-jalan tanah, drainase-drainase yang mengakibatkan genangan dan banjir inilah yang harus dibenahi dulu, kami akan pertegas nanti di Badan Anggaran (Banggar) itu mengembalikan anggaran-anggaran itu yang lebih bermanfaat dan tepat sasaran terutama pembangunan RS," jelas Abdi.
Sementara itu sebelumnya Pemkot Makassar melalui Dinas PU Kota Makassar menjelaskan bahwa trotoar jalan Metro Tanjung Bunga telah menjadi gerbang masuk Kota Makassar sehingga dianggap perlu pembenahan.
Baca : Pemkot Lanjutkan Proyek Pembangunan Trotoar Metro Tanjung Bunga Senilai Rp100 M
"Inikan akan ada parsial ketiga yang akan diajukan oleh pemerintah, setelah dampakCOVID ini, saya selaku ketua komisi C akan mempertanyakan hal tersebut, saya sudah sering mengatakan ini di rapat badan anggaran," ungkap Ketua Komisi C Bidang Pembangunan, Abdi Asmara.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan dua RS tersebut dianggap cukup krusial dan beberapa kali telah direkomendasikan oleh dewan untuk dilanjutkan, maka itu sikap Pemkot yang mengesampingkan proyek menjadi penting untuk dibahas.
Abdi melanjutkan bahwa berapapun anggaran yang saat ini dimiliki oleh Pemkot, kedua Proyek RS tersebut seyogyanya harus tetap berjalan. Sikap Pemkot yang justru lebih mengutamakan trotoar sangat melukai hati masyarakat lantaran dengan situasi pandemi COVID-19 masyarakat lebih membutuhkan pembangunan RS, ataupun jalan-jalan tanah sebab memberi asas manfaat.
"Itukan belum terlalu urgen untuk dilaksanakan, masih banyak jalan-jalan tanah, drainase-drainase yang mengakibatkan genangan dan banjir inilah yang harus dibenahi dulu, kami akan pertegas nanti di Badan Anggaran (Banggar) itu mengembalikan anggaran-anggaran itu yang lebih bermanfaat dan tepat sasaran terutama pembangunan RS," jelas Abdi.
Sementara itu sebelumnya Pemkot Makassar melalui Dinas PU Kota Makassar menjelaskan bahwa trotoar jalan Metro Tanjung Bunga telah menjadi gerbang masuk Kota Makassar sehingga dianggap perlu pembenahan.
Lihat Juga :