Misteri Pembobol Gudang Emas Majapahit dan Siasat Hayam Wuruk Menjaga Istana

Rabu, 24 November 2021 - 05:12 WIB
A A A
Kekayaan yang dimiliki Majapahit bahkan sempat dipamer kepada para tamu istana, salah satunya kepada kerajaan dari Tirai Bambu, China saat dijamu di Kolam Segaran yang juga menjadi tempat berwisata bagi petinggi Kerajaan Majapahit.

Misteri Pembobol Gudang Emas Majapahit dan Siasat Hayam Wuruk Menjaga Istana

Baca juga: Siasat Jayakatwang Hancurkan Singasari Lewat Serangan 2 Arah, dan Bunuh Kertanagara saat Pesta Terlarang

Dikisahkan, Kolam Segaran menjadi tempat pamer kekayaan. ”Cerita itu sudah melekat. Ada cerita gemerlap di baliknya,” ucap Anam Anis, pemerhati Majapahit dari Gotrah Wilwatikta.



Dikisahkan pula, pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, digelar pesta penyambutan duta dari China yang merupakan angkatan perang Tar Tar. Saat itu, raja menyambut tamu dengan hidangan mewah.

Tak hanya itu, peralatan makan dalam pesta ini juga terbuat dari emas menunjukkan bahwa Majapahit adalah kerajaan yang kaya raya. ”Usai perjamuan, piring, gelas dan perkakas lainnya yang terbuat dari emas itu, langsung dibuang ke kolam,” ujar Anam Anis.

Cerita rakyat itu menegaskan bahwa petinggi Kerajaan Majapahit cukup cerdik dalam berpolitik. Aksi membuang perkakas makan yang terbuat dari emas itu mengisyaratkan bahwa Kerajaan Majapahit adalah kerajaan yang kaya raya. Politik cerdik juga ditunjukkan dalam kisah lanjutannya.

Usaha membuang perkakas mewah tersebut ternyata mereka ambil kembali dengan memasang jaring di bagian bawah kolam. ”Secara turun temurun kisah ini diingat dan menjadi kisah unik di balik sejarah Kolam Segaran,” paparnya.

Kisah ini, memang menjadi kejadian yang tak tertulis dalam catatan sejarah. Hanya saja, Anis meyakini jika cerita itu bersumber dari masyarakat kuno saat itu dan hingga kini diyakini masyarakat sekitar.

Dalam catatan kitab Negarakertagama, disebutkan adanya Segaran, yang berarti adalah telaga. Para ahli memperkirakan jika Kolam Segaran inilah yang disebutkan dalam kitab Negarakertagama.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1939 seconds (11.97#12.26)