Gong Kiai Pradah Pusaka Panembahan Senopati Melawan Pajang Ini Penampakannya saat Dijamas
Kamis, 21 Oktober 2021 - 20:19 WIB
loading...
Ritual jamasan atau siraman pusaka gong Kiai Pradah di alon-alon Lodoyo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Foto/SINDOnews/Solichan Arif
A
A
A
BLITAR - Ritual siraman pusaka gong Kiai Pradah setiap maulid Nabi Muhammad SAW di Alon-alon Lodoyo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar berlangsung berbeda, Kamis (21/10/2021). Karena alasan pandemi COVID-19, pada tahun ini Pemkab tidak melaksanakan ritual jamasan di menara Alon-alon.
Pusaka gong Kiai Pradah atau Kiai Bicak merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Islam. Pada awal berdirinya Kerajaan Mataram Islam (1584), Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati pernah memakainya untuk siasat bertempur melawan pasukan Pajang.
Baca juga: Kisah Spiritual Pangeran Diponegoro dari Pantai Selatan hingga Bersemedi di Imogiri
Pertempuran antara Mataram dan Pajang berlangsung di wilayah Prambanan. Gema canang Kiai Bicak yang bertalu-talu, ditambah kobaran api yang berasal dari tumpukan kayu yang sengaja dibakar, serta Gunung Merapi yang kebetulan erupsi, membuat nyali prajurit Pajang ciut.
Raja Pajang Hadiwijaya atau Jaka Tingkir sontak menarik mundur pasukan. Dalam sejarahnya, Pangeran Prabu yang kemudian mewarisi pusaka gong Kiai Pradah. Pangeran Prabu merupakan adik tiri Pakubuwono I. Saat menjalani hukuman pengasingan di hutan Lodoyo Blitar, Pangeran Prabu membawa serta gong Kiai Pradah.
Pusaka gong Kiai Pradah atau Kiai Bicak merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Islam. Pada awal berdirinya Kerajaan Mataram Islam (1584), Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati pernah memakainya untuk siasat bertempur melawan pasukan Pajang.
Baca juga: Kisah Spiritual Pangeran Diponegoro dari Pantai Selatan hingga Bersemedi di Imogiri
Pertempuran antara Mataram dan Pajang berlangsung di wilayah Prambanan. Gema canang Kiai Bicak yang bertalu-talu, ditambah kobaran api yang berasal dari tumpukan kayu yang sengaja dibakar, serta Gunung Merapi yang kebetulan erupsi, membuat nyali prajurit Pajang ciut.
Raja Pajang Hadiwijaya atau Jaka Tingkir sontak menarik mundur pasukan. Dalam sejarahnya, Pangeran Prabu yang kemudian mewarisi pusaka gong Kiai Pradah. Pangeran Prabu merupakan adik tiri Pakubuwono I. Saat menjalani hukuman pengasingan di hutan Lodoyo Blitar, Pangeran Prabu membawa serta gong Kiai Pradah.
Lihat Juga :