Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Kasus Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Oknum Pamen TNI AU dan Istrinya Mulai Diusut Pomau dan Polda

loading...
Kasus Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Oknum Pamen TNI AU dan Istrinya Mulai Diusut Pomau dan Polda
Kasus dugaan penipuan dan pengelapan ratusan miliar rupiah yang diduga dilakukan oknum Pamen TNI AU Letkol DA bersama istrinya RJAN alias Jo terus berlanjut. Foto Ist
BANDUNG - Kasus dugaan penipuan dan pengelapan ratusan miliar rupiah yang diduga dilakukan oknum Pamen TNI AU Letkol DA bersama istrinya RJAN alias Jo terus berlanjut. Para korban telah melaporkan oknum Pamen Letkol Lek DA ke Polisi Militer TNI AU dan istrinya ke Polda Metro Jaya (PMJ).

Jo istri sang oknum Pamen TNI AU ini telah dilaporkan oleh korban yang dirugikan sebesar Rp10.350.000.000 atas nama Ivan Sustiawan di Polda Metro Jaya sesuai dengan LP /B/4720/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA. Selain itu Jo juga dilaporkan oleh Bill Afriyanto dari PT Tanihub sesuai Nomor LP/B/4179/Vlll/YAN/25/2021/SPKT PMJ tanggal 26 Agustus 2021 dengan dugaan kerugian sebesar Rp129.500.000.000 dan pemalsuan atau pencucian uang.

Baca : Diduga Terlibat Penipuan Miliaran Rupiah Oknum Pamen TNI Dicopot dari Jabatannya

Saat ini jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya juga telah memeriksa sejumlah saksi dari PT Tanihub selaku pihak yang dirugikan.



Salah satu yang diperiksa adalah Galih Prasetyo, mantan karyawan PT Tanihub yang bertugas sebagai karyawan bagian administrasi.

Menurut Galih Prasetyo, dirinya telah memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya pada hari Rabu 22 September 2021 lalu. Galih mengaku diperiksa mulai pukul 13.00-16.00 WIB di Polda Metro Jaya.

"Saya ditanya seputar flow kegiatan jual beli beras. Saat itu saya bertugas sebagai pic operasional PT Tanihub ya tugasnya mencatat dan mengurus administrasi mulai barang datang," kata Galih saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (24/9/2021).

Galih mengaku tidak tahu menahu soal perjanjian PT Tanihub dengan Jo dan suaminya. "Kalau soal perjanjian yang urus tim legal. Sementara untuk pembayaran yang urus tim finance," timpalnya.

Menurut Galih saat ini dirinya sudah tidak lagi bekerja di PT Tanihub mulai bulan Mei 2021 lalu. Namun dia mau dimintai tolong oleh manajemen PT Tanihub yang juga mantan bosnya untuk menjadi saksi dari kasus yang tengah bergulir di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top