Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Stok Oksigen Terus Bertambah, Angka Pemakaman COVID-19 Mulai Menurun

loading...
Stok Oksigen Terus Bertambah, Angka Pemakaman COVID-19 Mulai Menurun
Berbagai bantuan terus berdatangan ke Balai Kota Surabaya termasuk oksigen dan peti mati.
SURABAYA - Stok oksigen mulai terkendali di Kota Pahlawan. Berbagai bantuan oksigen terus berdatangan. Serta angka pemakaman COVID-19 juga menunjukan tren menurun, Senin (26/7/2021).

Bahkan, hari ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima bantuan berupa 50 peti jenazah dan tiga ribu tabung oksigen berukuran 6 meter kubik. Bantuan dari Yayasan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Jawa Timur ini diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan, dengan bantuan yang diberikan Kagama Jawa Timur dapat membantu dan meringankan beban Pemkot Surabaya. Rencananya bantuan peti jenazah tersebut akan diserahkan di TPU Keputih, sehingga apabila sewaktu-waktu diperlukan bisa langsung digunakan bagi warga Surabaya yang dimakamkan protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

Baca juga: Gubernur Khofifah Resmikan Stasiun Pengisian Oksigen Gratis di Malang



“Ini sangat membantu kami. Karena ketika ada yang meninggal baik itu suspect maupun probable juga dimakamkan secara prokes,” ucapnya.

Ia menambahkan, selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 terdapat penurunan angka kematian yang dimakamkan secara prokes. Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRT) selama empat hari terakhir, tepatnya tanggal 22 -25 Juli 2021 jumlah pemakaman secara prokes yakni 449 jenazah.

“Rinciannya, tanggal 22 Juli jumlah kasus yakni 149 orang, kemudian turun pada tanggal 23 Juli 105 orang. Lalu keesokan harinya angka kasus semakin menurun menjadi 97 kasus. Dan per kemarin, angka kasus sekitar 98 jenazah yang dimakamkan secara prokes. Jadi memang ada penurunan angka kematian yang dimakamkan secara prokes,” ungkapnya.

Makanya, ia bersama jajaran pemkot terus melakukan berbagai upaya preventif untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Termasuk percepatan vaksinasi di berbagai kalangan agar tercipta herd immunity. Tak hanya itu, Eri juga menegaskan, apabila ada warga yang terpapar maka diminta untuk mau melakukan isolasi mandiri di Rumah Sehat yang sudah disiapkan di tingkat kelurahan.

Menurutnya, itu menjadi penting dilakukan, agar tidak ada penularan kepada anggota keluarga lain maupun tetangga sekitar.“Seperti di perkampungan kalau ada yang sakit, ya harus di tempat beda. Biar keluarga tidak tertular . Itu yg harus diberi pengertian,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Jawa Timur, Arif Afandi menuturkan, setekah ditelusuri saat ini ternyata pemkot membutuhkan peti mati dan oksigen. Makanya ia bersama anggota Kagama Jawa Timur langsung bergerak membantu. Awalnya, dia memberikan 50 peti mati dan tiga ribu tabung oksigen masing-masing enam kubik.



“Tetapi kami siap membantu lagi apabila diperlukan. Untuk oksigennya itu, kita produksi 40 ton liquid oksigen. Dapat dukungan dari PT Samator dan Petrokimia Gresik.” katanya.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top