Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Atasi Krisis COVID-19, Jabar Jemput 85 Ton Oksigen Cair ke Palembang

loading...
Atasi Krisis COVID-19, Jabar Jemput 85 Ton Oksigen Cair ke Palembang
Pelepasan pengiriman 85,8 ton oksigen cair ke Jabar di Pelabuhan PT Gajah Unggul Internasional, Palembang. Foto: Istimewa
BANDUNG - Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Sumatera Selatan bekerja sama sama dalam upaya mengatasi krisis oksigen menyusul banyaknya kebutuhan oksigen bagi pasien COVID-19 di Jabar.

Langkah kerja sama dua provinsi besar itu diawali upaya jemput bola yang dilakukan Pemprov Jabar melalui Tim Posko Oksigen Jabar ke Palembang, Sumsel. Melalui PTPT OKI Pulp & Paper Mills (Sinar Mas Group), Sumsel mampu mengirim85,8 ton oksigen cair yang diharapkan dapat menekan defisit oksigen di Jabar.

Baca juga: Blusukan di Cianjur, Kang Emil Dengarkan Curhatan Pegawai Restoran Langganan

Pengiriman oksigen cair ke Jabar kali inimenggunakan 4 ISO tank dengan nett gross volume sekitar total 85,8 ton. Pelepasan pengiriman oksigen cair ini dilakukan langsung Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru di Pelabuhan PT Gajah Unggul Internasional, Palembang, Sabtu (24/7/2021) malam.



“Jadi ini permintaan dari Pak Ridwan Kamil (Gubernur Jabar) untuk dikirimkan malam ini. Ini bentuk aksi kemanusiaan membantu teman-teman kita yang membutuhkan oksigen," kata Herman Daru.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jabar, Benny Bachtiar menyampaikan terima kasihnya kepada Provinsi Sumatera Selatan yang terus berkomitmen membantu kebutuhan oksigen untuk penanganan pasien COVID-19 di Jabar.

"Terima kasih kepada PT OKI (Sinar Mas Group) yang sudah memberikan oksigen kepada Provinsi Jawa Barat karena Jawa Barat ini sangat kekurangan oksigen. Bantuan Sinarmas ini akan menyelamatkan ribuan jiwa pasien COVID-19 di Jabar yang tersebar di 27 kabupaten/kota," kata Benny.

Baca juga: Risiko Tinggi COVID-19, Ini Daerah di Sumsel yang Masuk PPKM Level 4

Benny berharap, bantuan oksigen dari Provinsi Sumatera Selatan ini berkelanjutan mengingat penanganan pasien COVID-19 di Jabar, khususnya terkait kebutuhan oksigen masih butuh bantuan dari daerah lain.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top