Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Gereja Pentakosta Dilempar Bom Molotov Saat Banyak Warga Mengungsi di Dalamnya

loading...
Gereja Pentakosta Dilempar Bom Molotov Saat Banyak Warga Mengungsi di Dalamnya
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Muhamad R. Dayan memeriksa kondisi Gereja Pentakosta, yang sempat dilempar bom molotov. Foto/iNews TV/Yudha Bahar
MEDAN - Tawuran antar kelompok remaja yang pecah di Kelurahan Belawan Bahari, Kota Medan, Sumatera Utara, menyisakan cerita pilu bagi warga yang rumah dan tempat usahanya dibakar serta dijarah.

Baca juga: Tangis Pecah di Medan, Gereja Dilempari Molotov Puluhan Kios Dibakar dan Dijarah Pelaku Tawuran

Bahkan, usai tawuran juga merebak isu ada Gereja Pentakosta yang dibakar, pada aksi tawuran dan penjaran yang terjadi Rabu (21/7/2021) dini hari. Isu ini membuat resah masyarakat.



Namun, Pendeta Gereja Pentakosta, MJ. Sinaga menegaskan, tidak ada pembakaran gereja dalam peristiwa tawuran tersebut. "Gereja terkena lemparan bom molotov. Tepatnya di bagian pintu depan. Diduga lemparan ini terjadi, karena banyak warga yang mengungsi ke dalam gereja saat tawuran terjadi," tegasnya.

Baca juga: Tangis Pekerja Migran Tertumpah di Ruang Karantina, Saat Bayi Perempuannya Terlahir Normal



Merebaknya isu gereja yang dibakar saat tawuran terjadi, dikawatirkan bisa memancing emosi warga, sehingga Pendeta MJ. Sinaga langsung mengklarifikasi dan memastikan tidak ada pembakaran gereja, yang ada hanya lemparan bom molotov, dan kebetulan lokasi gereja dekat dengan lokasi tawuran.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Muhammad R. Dayan mengatakan, pihaknya hingga kini telah mengumpulkan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan unsur muspika agar bersama menjaga keamanan wilayah. "Kelompok-kelompok pemuda berjanji tidak membuat kerusuhan yang meresahkan masyarakat," tegasnya.

Baca juga: Ssst...Hamil di Luar Nikah, Ratusan Remaja di Musi Rawas Ajukan Dispensasi Nikah

Hingga kini, petugas gabungan dari TNI dan Polri, bersama pihak kecamatan, lurah dan kepala lingkungan, masih terus berjaga di lokasi tawuran . Para korban tawuran dan penjarahan, bersama petugas Polres Pelabuhan Belawan, juga bergotong royong membersihkan puing bekas tawuran. Para korban akan mendapat bantuan perbaikan rumah dari pihak kepolisian.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top