Polda Jabar Didesak Berantas Mafia Tanah Pembebasan Lahan Tol Cisumdawu
Selasa, 08 Juni 2021 - 18:37 WIB
loading...
Yayasan RAA H Muharam mendesak Polda Jabar memberantas mafia tanah dalam pembebasan lahan di Tol Cisumdawu. Foto/Ist
A
A
A
BANDUNG - Polda Jabar, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan Kejaksaan Tinggi didesak menindak tegas mafia tanah yang bergentayangan dalam pembebasan lahan proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Jabar. Mafia tanah ini telah mencatut nama keluarga Wiranatakusumah sehingga dinilai sangat merugikan.
Baca juga: Proyek Tol Cisumdawu Masih Terganjal Persoalan Pembebasan Lahan
Hal itu disampaikan juru bicara dan kuasa hukum Yayasan RAA H Muharam Wiranatakusumah, Roedy Wiranatakusumah. Dia mengatakan, pembangunan Tol Cisumdawu yang memasuki tahap konstruksi berjalan lancar dan baik. Namun percepatan tersebut dihadapkan pada kendala praktik mafia tanah.
Baca juga: Memilukan, Anak Menangis Histeris Melihat Ibunya Terlindas Truk di Pantura Tuban
Dia menyebut, proyek strategis nasional (PSN) Tol Cisumdawu mangkrak lantaran terhambat dalam proses pembebasan lahan. Seperti pembebasan lahan pada Seksi I Fase III Cileunyi-Rancakalong sepanjang 10,57 km yang melintasi tiga desa yaitu Cibeusi, Cilayung, dan Cileles Kecamatan Jatinangor.
"Di sepanjang jalur yang terkena proyek tersebut di antaranya terdapat tanah seluas 64 hektare (Ha) yang merupakan tanah milik akhli waris keluarga RAA H Muharam Wiranatakusumah. Namun ada pihak yang memalsukan nama Wiranatakusumah," kata pria yang akrab disapa Aom Roedy itu.
Baca juga: Proyek Tol Cisumdawu Masih Terganjal Persoalan Pembebasan Lahan
Hal itu disampaikan juru bicara dan kuasa hukum Yayasan RAA H Muharam Wiranatakusumah, Roedy Wiranatakusumah. Dia mengatakan, pembangunan Tol Cisumdawu yang memasuki tahap konstruksi berjalan lancar dan baik. Namun percepatan tersebut dihadapkan pada kendala praktik mafia tanah.
Baca juga: Memilukan, Anak Menangis Histeris Melihat Ibunya Terlindas Truk di Pantura Tuban
Dia menyebut, proyek strategis nasional (PSN) Tol Cisumdawu mangkrak lantaran terhambat dalam proses pembebasan lahan. Seperti pembebasan lahan pada Seksi I Fase III Cileunyi-Rancakalong sepanjang 10,57 km yang melintasi tiga desa yaitu Cibeusi, Cilayung, dan Cileles Kecamatan Jatinangor.
"Di sepanjang jalur yang terkena proyek tersebut di antaranya terdapat tanah seluas 64 hektare (Ha) yang merupakan tanah milik akhli waris keluarga RAA H Muharam Wiranatakusumah. Namun ada pihak yang memalsukan nama Wiranatakusumah," kata pria yang akrab disapa Aom Roedy itu.
Lihat Juga :