Milenial Jadi Sasaran Propaganda Virtual Terorisme, Crtitical Thinking Solusinya
Kamis, 08 April 2021 - 09:44 WIB
loading...
A
A
A
Masyarakat yang terpapar oleh propaganda virtual cenderung melancarkan pola serangan terorisme yang bersifat "Lone Wolf". Mereka cenderung melakukan aksinya dengan skala kecil dan acak. "Disinilah bahayanya, serangan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja," kata Ilham.
Baca juga: Terkait Hilangnya Barang Bukti 11 Kg Sabu, Ini Tanggapan Polrestabes Surabaya
Karakteristik seorang teroris secara psikologis juga sulit untuk diidentifikasi. "Agak sulit memang mengidentifikasi karakteristik psikologis apa yang secara khusus bisa mengidentifikasi kecenderungan orang-orang yang akan melakukan tindakan terorisme," sambungnya.
Ilham membeberkan, untuk mencegah agar masyarakat tidak mudah terpapar ideologi kekerasan dan terorisme maka harus berhati-hati dalam menerima segala informasi. "Yang jelas critical thinking dalam situasi banjir informasi di media sosial menjadi penting," katanya.
Baca juga: Terkait Hilangnya Barang Bukti 11 Kg Sabu, Ini Tanggapan Polrestabes Surabaya
Karakteristik seorang teroris secara psikologis juga sulit untuk diidentifikasi. "Agak sulit memang mengidentifikasi karakteristik psikologis apa yang secara khusus bisa mengidentifikasi kecenderungan orang-orang yang akan melakukan tindakan terorisme," sambungnya.
Ilham membeberkan, untuk mencegah agar masyarakat tidak mudah terpapar ideologi kekerasan dan terorisme maka harus berhati-hati dalam menerima segala informasi. "Yang jelas critical thinking dalam situasi banjir informasi di media sosial menjadi penting," katanya.
(eyt)
Lihat Juga :