Unair Dampingi Perajin Gerabah di Mojokerto Go International
Jum'at, 20 September 2024 - 08:14 WIB
loading...
Ketua tim pengabdian masyarakat, Dr. Imron Mawardi saat melakukan pendampingan ke para perajin gerabah di Mojokerto. Foto/Istimewa
A
A
A
MOJOKERTO - Universitas Airlangga (Unair) terus meningkatkan kebermanfaatannya kepada masyarakat dengan memperbanyak program pengabdian masyarakat. Di Kabupaten Mojokerto dalam program pendampingan ekspor kepada perajin gerabah di Desa Mlaten, Puri.
Tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair melakukan pendampingan ke para perajin, Kamis (19/9/2024). Ini merupakan tindak lanjut dari dua pelatihan yang sudah dilaksanakan Agustus dan awal September lalu.
“Kami mendampingi para perajin gerabah agar bisa ekspor. Ada potensi, dan jika didorong, insyaallah bisa ekspor untuk meningkatkan pendapatan mereka,” kata ketua tim pengabdian masyarakat, Dr. Imron Mawardi, usai pendampingan di Mlaten, Mojokerto.
Baca juga: Warisan Leluhur, Gerabah Khas Kampung Abar Sentani Diajarkan ke Milenial
Menurut dia, pengabdian ini didukung dan dibiayai Kemendikbudristek melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM). Pengabdian ini didesain berupa beberapa kegiatan.
Selain pendampingan, tim juga melakukan tiga pelatihan. Hingga kini, dua pelatihan sudah terselenggara. Yaitu pelatihan diversifikasi produk gerabah layak ekspor dan pelatihan digital marketing untuk pemasaran produk gerabah.
Kepala Desa Mlaten Dwi Sisworini mengatakan, ada sekitar 70 perajin gerabah di Mlaten. Mereka umumnya hanya memproduksi cobek.
Tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair melakukan pendampingan ke para perajin, Kamis (19/9/2024). Ini merupakan tindak lanjut dari dua pelatihan yang sudah dilaksanakan Agustus dan awal September lalu.
“Kami mendampingi para perajin gerabah agar bisa ekspor. Ada potensi, dan jika didorong, insyaallah bisa ekspor untuk meningkatkan pendapatan mereka,” kata ketua tim pengabdian masyarakat, Dr. Imron Mawardi, usai pendampingan di Mlaten, Mojokerto.
Baca juga: Warisan Leluhur, Gerabah Khas Kampung Abar Sentani Diajarkan ke Milenial
Menurut dia, pengabdian ini didukung dan dibiayai Kemendikbudristek melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM). Pengabdian ini didesain berupa beberapa kegiatan.
Selain pendampingan, tim juga melakukan tiga pelatihan. Hingga kini, dua pelatihan sudah terselenggara. Yaitu pelatihan diversifikasi produk gerabah layak ekspor dan pelatihan digital marketing untuk pemasaran produk gerabah.
Kepala Desa Mlaten Dwi Sisworini mengatakan, ada sekitar 70 perajin gerabah di Mlaten. Mereka umumnya hanya memproduksi cobek.
Lihat Juga :