Sekum MUI Sulsel: Terorisme dan Perbedaan SARA Makin Menurun
Kamis, 09 Januari 2025 - 16:49 WIB
loading...
Sekum MUI Sulawesi Selatan, Prof Muammar Bakry meminta masyarakat wajib bersyukur atas menurunnya tindak kejahatan terorisme. Foto/Ist
A
A
A
MAKASSAR - Sekretaris Umum (Sekum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Prof Muammar Bakry meminta masyarakat wajib bersyukur atas menurunnya tindak kejahatan terorisme.
Selama dua tahun terakhir, tidak ada aksi terorisme atau zero terrorist attack di Indonesia.
Baca juga: Menko Polhukam Apresiasi Kinerja BNPT Wujudkan Zero Terorist Attack 2023 dan Pemilu 2024 Aman
Meski demikian, pencegahan radikal terorisme tidak boleh kendur dan lengah. Akan tapi sinergi dan koordinasi harus terus ditingkatkan agar Tahun 2025 kembali zero terrorist attack.
“Memasuki tahun 2025 juga menjadi suatu capaian bahwa telah dua tahun berselang Indonesia mengalami nol serangan teroris, atau yang juga biasa disebut sebagai zero terrorist attack. Hal ini dapat dianggap sebagai prestasi tersendiri bahwa sentimen negatif terhadap perbedaan SARA semakin menurun,” kata Prof Bakry di Makassar, Kamis (9/1/2025).
Menurutnya, semakin terbukanya pemahaman agama yang inklusif dan toleran menjadi faktor pendukung menurunnya angka kejadian tindakan kejahatan atas nama agama.
Selama dua tahun terakhir, tidak ada aksi terorisme atau zero terrorist attack di Indonesia.
Baca juga: Menko Polhukam Apresiasi Kinerja BNPT Wujudkan Zero Terorist Attack 2023 dan Pemilu 2024 Aman
Meski demikian, pencegahan radikal terorisme tidak boleh kendur dan lengah. Akan tapi sinergi dan koordinasi harus terus ditingkatkan agar Tahun 2025 kembali zero terrorist attack.
“Memasuki tahun 2025 juga menjadi suatu capaian bahwa telah dua tahun berselang Indonesia mengalami nol serangan teroris, atau yang juga biasa disebut sebagai zero terrorist attack. Hal ini dapat dianggap sebagai prestasi tersendiri bahwa sentimen negatif terhadap perbedaan SARA semakin menurun,” kata Prof Bakry di Makassar, Kamis (9/1/2025).
Menurutnya, semakin terbukanya pemahaman agama yang inklusif dan toleran menjadi faktor pendukung menurunnya angka kejadian tindakan kejahatan atas nama agama.
Lihat Juga :