Gairahkan Pasar Mebel dan Kerajian, Sleman Gelar Pameran Jogja Recovery Market 2021
Minggu, 04 April 2021 - 05:18 WIB
loading...
Bupati Sleman Kustini melihat produk mebel dan kerajinan peserta pemeran Jogja Recovery Market 2021 di Sleman City Hall (SCH), Sabtju (3/4/2021). Foto/Priyo
A
A
A
SLEMAN - Pemkab Sleman bekerjasama dengan Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) DIY selama tiga bulan mulai 24 Maret 2021-24 Juni 2021 menggelar pameran mebel dan kerajinan Jogja Recovery Market 2021 di Sleman City Hall (SCH).
Bupati Sleman Kustini secara resmi membuka pamerah tersebut, Sabtu (3/4/2021). Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kembali gairah pasar mebel dan kerajinan di masa pandemi COVID-19.
Tercatat 45 perusahaan mebel dan kerajinan mengikuti event tersebut. Perusahaan itu bukan hanya dari Sleman, namun juga dari daerah lain, seperti Yogyakarta, Solo, Klaten, Semarang, Jepara, dan Pekalongan.
Kustini mengatakan, acara ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Sleman dan Asmindo DIY dalam membantu para pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) dalam memasarkan dam mempromosikan produk-produk mereka.
“Kami harapkan melalui pamaeran ini UMKM dapat bertahan di masa pandemi,” kata Kustini dalam sambutannya.
Kustini menjelaskan, keberedaan UMKM isangat penting, sebab UMKM merupakan struktur ekonomi terkuat dalam menghadapi kondisi ekonomi yang rawan dan menjadi sektor ekonomi yang langsung melibatkan masyarakat serta memiliki daya dukung yang kuat.
Baca juga: Ungkap Pengalaman Pertamanya Menginap di Nepal Van Java, Sandiaga Uno: Pemandangannya Epik
Bupati Sleman Kustini secara resmi membuka pamerah tersebut, Sabtu (3/4/2021). Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kembali gairah pasar mebel dan kerajinan di masa pandemi COVID-19.
Tercatat 45 perusahaan mebel dan kerajinan mengikuti event tersebut. Perusahaan itu bukan hanya dari Sleman, namun juga dari daerah lain, seperti Yogyakarta, Solo, Klaten, Semarang, Jepara, dan Pekalongan.
Kustini mengatakan, acara ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Sleman dan Asmindo DIY dalam membantu para pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) dalam memasarkan dam mempromosikan produk-produk mereka.
“Kami harapkan melalui pamaeran ini UMKM dapat bertahan di masa pandemi,” kata Kustini dalam sambutannya.
Kustini menjelaskan, keberedaan UMKM isangat penting, sebab UMKM merupakan struktur ekonomi terkuat dalam menghadapi kondisi ekonomi yang rawan dan menjadi sektor ekonomi yang langsung melibatkan masyarakat serta memiliki daya dukung yang kuat.
Baca juga: Ungkap Pengalaman Pertamanya Menginap di Nepal Van Java, Sandiaga Uno: Pemandangannya Epik
Lihat Juga :