Menag Sebut Kampus IAIN di Bima Akan Jadi Prioritas hingga ke UIN
Sabtu, 13 Maret 2021 - 06:26 WIB
loading...
Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas menyebut kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bima di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat akan menjadi prioritas. Foto iNews TV/Edi Irawan
A
A
A
BIMA - Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas menyebut kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bima di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat akan menjadi prioritas. Hal ini disampaikannya saat meninjau lokasi rencana pembangunan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bima di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat pada Jumat (12/03/2021).
Terkait pembangunan kampus IAIN, Pemkot setempat telah menyediakan lokasi seluas 10 hektare di Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
Kedatangan Menag RI didampingi langsung sahabat seperjuangannya yakni Wali Kota Bima, Muhammad Lutfi. Dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, rombongan langsung menuju Kantor Kementerian Urusan Agama Kota Bima untuk melakukan penandatanganan penyerahan aset berupa tanah dan bangunan milik Pemkot Bima yang akan diserahkan ke Kemenag setempat secara hibah.
Baca: IAIN Salatiga Dirikan Center for Wasathiyah Islam
Menag RI Yaqut Cholil mengatakan, kedatangannya di Kota Bima merupakan salah satu keistimewaan tersendiri. Sebab, dari sekian Menteri RI diakuinya jarang ada yang bisa berkunjung ke Kota yang paling ujung di NTB seperti dirinya.
Dia menyebutkan, jika Wali Kota Bima, Muhammad Lutfi adalah teman seperjuangannya waktu jaman reformasi 1998, tentu hal ini yang membuat kedekatan keduanya menjadi lebih akrab, terlebih rencana adanya kerjasama dalam membangun kampus Islam di Kota Bima.
Terkait pembangunan kampus IAIN, Pemkot setempat telah menyediakan lokasi seluas 10 hektare di Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
Kedatangan Menag RI didampingi langsung sahabat seperjuangannya yakni Wali Kota Bima, Muhammad Lutfi. Dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, rombongan langsung menuju Kantor Kementerian Urusan Agama Kota Bima untuk melakukan penandatanganan penyerahan aset berupa tanah dan bangunan milik Pemkot Bima yang akan diserahkan ke Kemenag setempat secara hibah.
Baca: IAIN Salatiga Dirikan Center for Wasathiyah Islam
Menag RI Yaqut Cholil mengatakan, kedatangannya di Kota Bima merupakan salah satu keistimewaan tersendiri. Sebab, dari sekian Menteri RI diakuinya jarang ada yang bisa berkunjung ke Kota yang paling ujung di NTB seperti dirinya.
Dia menyebutkan, jika Wali Kota Bima, Muhammad Lutfi adalah teman seperjuangannya waktu jaman reformasi 1998, tentu hal ini yang membuat kedekatan keduanya menjadi lebih akrab, terlebih rencana adanya kerjasama dalam membangun kampus Islam di Kota Bima.
Lihat Juga :