Aliansi Raja Ampat Bersatu Tuntut Polri dan Kejaksaan Serius Tangani Kasus Hukum di Kabupaten Bahari
Rabu, 03 Februari 2021 - 06:20 WIB
loading...
Aliansi Raja Ampat Bersatu taparat penegak hukum tuntaskan kasus mandeg di Bahari.
A
A
A
RAJA AMPAT - Banyaknya kasus-kasus hukum yang jalan di tempat dan seolah diabaikan penegak hukum di Papua Barat, khususnya di Kabupaten Raja Ampat, membuat puluhan warga masyarakat geram.
Masyarakat dan sejumlah tokoh dari lembaga adat yang tergabung dalam Aliansi Raja Ampat Bersatu (ARAB) menduduki halaman Mapolres Raja Ampat, di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Waisai Kota, Distrik Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Selasa siang (02/02/2021) pukul 12.15 WIT siang tadi.
Kedatangan mereka untuk demonstrasi sekaligus menuntut Polres Raja Ampat segera menyelesaikan sejumlah kasus-kasus hukum. Terutama penanganan beberapa dugaan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) yang menjadi perhatian publik tapi mandeg.
Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Rp8,8 Miliar di Bank Kalbar, Kejati Tahan Dua Kontraktor
Sebelum menuju ke mapolres, puluhan masa aksi berkumpul di halaman Sekretariat ARAB dan melakukan iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat menuju Mapolres Raja Ampat dengan 20 unit kendaraan roda dua, dan 5 unit kendaraan roda empat dilengkapi satu set sound sistem.
Ketua ARAB, Pdt. Albert Mayor, S.Ag,.MM menyampaikan, kedatangan pihaknya bertujuan untuk mempertanyakan penanganan hukum terhadap kasus-kasus hukum yang ada di kabupaten Raja Ampat. Karena lanjut Albert, proses penanganannya sampai dengan saat ini belum juga dituntaskan.
Masyarakat dan sejumlah tokoh dari lembaga adat yang tergabung dalam Aliansi Raja Ampat Bersatu (ARAB) menduduki halaman Mapolres Raja Ampat, di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Waisai Kota, Distrik Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Selasa siang (02/02/2021) pukul 12.15 WIT siang tadi.
Kedatangan mereka untuk demonstrasi sekaligus menuntut Polres Raja Ampat segera menyelesaikan sejumlah kasus-kasus hukum. Terutama penanganan beberapa dugaan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) yang menjadi perhatian publik tapi mandeg.
Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Rp8,8 Miliar di Bank Kalbar, Kejati Tahan Dua Kontraktor
Sebelum menuju ke mapolres, puluhan masa aksi berkumpul di halaman Sekretariat ARAB dan melakukan iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat menuju Mapolres Raja Ampat dengan 20 unit kendaraan roda dua, dan 5 unit kendaraan roda empat dilengkapi satu set sound sistem.
Ketua ARAB, Pdt. Albert Mayor, S.Ag,.MM menyampaikan, kedatangan pihaknya bertujuan untuk mempertanyakan penanganan hukum terhadap kasus-kasus hukum yang ada di kabupaten Raja Ampat. Karena lanjut Albert, proses penanganannya sampai dengan saat ini belum juga dituntaskan.
Lihat Juga :