Misteri Gunung Kelud dan Dendam Cinta Lembu Suro yang Bertepuk Sebelah Tangan

loading...
Misteri Gunung Kelud dan Dendam Cinta Lembu Suro yang Bertepuk Sebelah Tangan
Anak Gunung sebelim meletus. Foto diambil tahun 2013.
CUACA di wilayah Tempel Kabupaten Sleman, Yogyakarta, mendadak redup saat abu vulkanik Gunung Kelud mendarat pukul tujuh pagi. Warga sontak mengurungkan niat berangkat ke ladang. Di atas genting rumah mereka, pasir lembut berwarna putih mengguyur tak putus putus. Hujan debu.

"Mbah Kelud lagi menyapa Merapi," tutur Ny Rosmiati (67) yang saat itu langsung menghubungi sanak kerabatnya di Blitar, Jawa Timur. Pasir lembut bertebaran di mana-mana. Di rumah-rumah. Di pepohonan. Di jalan-jalan. Menempel pada kaca dan bodi kendaraan yang berlalu-lalang.

Karena tidak kuat menahan beban, talang-talang air berbahan paralon, pada ambrol. Begitu juga plafon rumah. Tidak sedikit yang jebol. Daun dan buah salak yang menjadi tanaman andalan di Tempel, Sleman, juga tidak luput dari sasaran. Tidak sedikit yang rebah sekaligus memutih. Baca juga:Awal Juli Wisata Blitar Dibuka, Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

"Mbah Kelud juga lagi-bagi bagi pupuk," tambahnya. Saat itu tanggal 13 Februari 2014. Yakni sehari sebelum peringatan peristiwa Pemberontakan PETA (Pembela Tanah Air) Syodanco Soeprijadi di Blitar. Gunung Kelud yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur, meletus.



Erupsi yang disertai ledakan dahsyat tersebut, berlangsung pukul 21.30 WIB. Kubah Kelud atau biasa disebut anak Kelud yang muncul pada tahun 2007, terpancung. Jutaan kubik material terlempar ke angkasa belasan ribu kilometer. Kawah Kelud yang sempat tertutup kaldera, kembali menganga.

Angin yang bertiup ke barat menerbangkan material vulkanik hingga Sleman yang berjarak tempuh ratusan kilometer. Pada 14 Februari 2014 itu, tidak hanya memutihkan perkebunan salak, debu Kelud memaksa jalan Malioboro Yogyakarta, ditutup. Debu juga memutihkan Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Begitu juga sejumlah bandar udara. Juga memilih tutup sementara. Sementara tiupan angin ke wilayah timur, menciptakan hujan debu vulkanik di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Gunung Kelud meletus di saat gencar-gencarnya diperebutkan Pemkab Blitar dan Kediri.



Didukung Pemerintah Provinsi Jatim, Pemkab Kediri tiba-tiba mengklaim sebagai pemilik Kelud. Warga Blitar tidak terima. Yang mereka tahu Gunung Kelud berada di wilayah Kabupaten Blitar. Bahkan masyarakat Blitar sudah lama memiliki nyanyian semacam folklore tentang Kelud. Baca juga: Perhutanan Sosial Dihambat, Petani Kelud Kediri Geruduk Perhutani
halaman ke-1 dari 4
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top