Misteri Gunung Kelud dan Dendam Cinta Lembu Suro yang Bertepuk Sebelah Tangan

Senin, 25 Januari 2021 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Di sepanjang jalan banyak dijumpai rumah serta bangunan fasilitas umum yang lantak. Kelud betul-betul mengamuk. Jalan Doho, yang merupakan jalur utama sekaligus pusat keramaian Kota Kediri, berubah menjadi lautan pasir. Seluruh pemilik toko seketika berhenti jualan. Aktifitas ekonomi lumpuh total.

Sementara di wilayah Blitar Raya, pemandangan justru sebaliknya. Abu vulkanik Kelud hanya menyaput tipis. Seolah sedang tidak terjadi apa apa. "Padahal pada saat erupsi tahun 1990, kondisi di Blitar lebih parah. Tebal pasir di jalan raya di atas mata kaki orang dewasa," tutur Khamim.

Spekulasi yang berkembang, karena lontaran yang kelewat dahsyat, wilayah Blitar yang berlokasi lebih dekat, justru terlewat. Yang terdampak parah justru wilayah lebih jauh. Kasak kusuk yang bergulir di sebagian masyarakat Blitar, itu semua akibat ingin merebut Kelud dari Blitar.

Proses pengambilalihan tersebut kabarnya berlangsung di Yogyakarta. "Karenanya yang terdampak parah Kediri dan Yogya," kata Khamim. Merunut sejarahnya, Gunung Kelud sudah puluhan kali mengalami erupsi. Di periode awal letusan, tidak sedikit korban berjatuhan. Baca juga: Jarak pandang terbatas, transportasi di Kota Solo terganggu

Dalam Ensiklopedi Indonesia terbitan Ichtiar Baru- Van Hoeve tahun 1982, erupsi Kelud pada tahun 1919 disebut menelan korban jiwa 5.110. Letusan tahun 1966 mengakibatkan 25 desa hancur, dan 282 orang warga meninggal dunia. Lahar panas meluncur sejauh 31 km.

"Berdasarkan penelitian Direktorat Geologi Bandung, periode letusan Gunung Kelud terjadi 15 tahun sekali". Mantan Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana (PVMBG) Surono atau Mbah Rono mengatakan, Gunung Kelud dan Gunung Merapi merupakan tolok ukur para ahli vulkanologi di dunia.

Terutama Kelud. Pembangunan Kantor Vulkanologi pertama tahun 1920 oleh Belanda di Bandung terkait erat dengan Gunung Kelud. "Pembangunanya disebabkan karena letusan Gunung Kelud pada 1919," kata Mbah Rono dalam "Belajar Membumi Bersama Mbah Rono, Memahami Gunung Api, Gempa, Energi Bumi, dan Fenomena Alam di Indonesia" (2015).

Mbah Rono menganalogikan hubungan manusia dengan gunung, yakni khususnya Gunung Kelud, ibarat manusia pinjam uang kepada gunung untuk hidup dan bertani. Saat gunung meminta dikembalikan, yakni dengan cara erupsi, manusia seyogyanya mengembalikannya. Baca juga: Dampak erupsi, Bandara Adi Soemarmo tutup hingga Minggu

Artinya manusia dan gunung hendaknya senantiasa berdampingan dengan harmonis. "Saya ingin manusia untuk mencoba mengerti apa maunya alam," kata Mbah Rono menambahkan. Begitu dahsyatnya Gunung Kelud saat meletus, sampai sampai Raja Hayam Wuruk (Kerajaan Majapahit) melakukan pemujaan secara khusus di Candi Penataran, Blitar.

Dalam Negarakertagama, Hayam Wuruk sendiri tercatat lahir pada saat Gunung Kelud erupsi. Pemujaan secara khusus kepada Dewa Gunung yang dilakukan Hayam Wuruk, bertujuan untuk meredam amarah sang Kampud atau Gunung Kelud.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gunung Merapi Semburkan...
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Guguran hingga 2 Km Pagi Ini
Awan Panas Guguran Meluncur...
Awan Panas Guguran Meluncur 2 Kilometer dari Puncak Merapi Pagi Ini
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Awan Panas Meluncur Sejauh 1,7 Km dari Puncak, Status Siaga!
BNPB Pulihkan Akses...
BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
3 Orang Jadi Tersangka...
3 Orang Jadi Tersangka Tambang Ilegal Lereng Gunung Merapi
Misteri Para Penjaga...
Misteri Para Penjaga Gunung Merapi, Fenny Rama Ungkap Sosok-Sosok Gaib yang Berperan!
Menhut-Menteri Iklim...
Menhut-Menteri Iklim Norwegia Kunjungi TN Gunung Merapi, Tanam Pohon hingga Coba Produk Hasil Hutan
Rekomendasi
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
Berita Terkini
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved