Jelang Divaksin COVID-19, Wagub Jatim Emil Dardak Lakukan Tes Kesehatan

loading...
Jelang Divaksin COVID-19, Wagub Jatim Emil Dardak Lakukan Tes Kesehatan
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa batal menjadi orang pertama yang akan divaksin COVID-19 di Jatim, lantaran terkonfirmasi positif COVID-19 . Pemprov Jatim mengusulkan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggantikan Khofifah yang masih isolasi mandiri.

(Baca juga: Disneyland Akan Disulap Jadi 'Situs Super' Vaksinasi COVID-19 )

Diketahui, Tim Kuratif Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 mengusulkan 12 nama untuk menerima vaksin Sinovac tahap pertama di Jatim. Mereka adalah Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto. Lalu Ketua Tim Penggerak PKK Arumi Bachsin, Direktur Utama RSUD dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi.

Dirut RSAL, Dirut RSI, Dirut RS Menur, Dekan Fakultas Kedokteran Unair, Kepala BPOM Surabaya, Ketua IDI Surabaya, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Syafiq Syauqi alias Gus Syafiq, dan Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jatim. "Saya telah melakukan screening untuk memastikan dalam kondisi prima. Jadi sudah ada pengambilan darah dan sampel-sampel lainnya, untuk bisa mengikuti vaksinasi. Kita tunggu saja hasilnya," ujar Wagub Jatim Emil Dardak, Selasa (12/1/2021).





Juru Bicara Tim Kuratif Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 , Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan, vaksinasi tahap awal diprioritaskan untuk Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Menurutnya yang mendapatkan vaksin pada tahap ini adalah pejabat dan tenaga kesehatan (nakes). "Karena pejabat ini kan merupakan role model, karena vaksin ini sudah terbukti aman. Yang harus divaksin adalah yang belum pernah terpapar COVID-19 ," ujarnya.

Untuk nakes, lanjut dia, adalah yang khusus merawat pasien COVID-19 . Sedangkan untuk orang-orang yang bekerja pada layanan kesehatan seperti supir, cleaning service dan lainnya juga belum mendapat jatah vaksin pada tahap ini. “Selain pejabat dan nakes, yang menjadi prioritas adalah TNI, Polri dan pelayanan publik. Artinya orang yang setiap hari bertemu banyak orang terpapar,” terangnya.



(Baca juga: Lakukan Pencabulan, Pendeta di Batam Ditangkap Satreskrim Polresta Barelang di Medan )

Sebelumnya, Pemprov Jatim siap melakukan program vaksinasi COVID-19 pada Kamis (14/1/2021) mendatang. Prioritas tahap pertama sesuai surat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. "Saya harap penduduk Jawa Timur bersiap untuk mendapatkan vaksinasi. Pemprov Jatim akan berusaha sebaik mungkin untuk memastikan masyarakat Jawa Timur mampu mendapatkan vaksinasi. Jadi jangan ragu untuk imunisasi vaksin COVID-19 , karena ini aman dan halal," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai mengikuti rapat koordinasi (rakor) virtual bersama tiga kepala daerah yang menjadi prioritas vaksinasi COVID-19 , Selasa (12/1/2021).

(Baca juga: Butuh Uang untuk Berobat Mertua, Suami Ini Tega Jajakan Istri Jadi Pemuas Seks )

Khofifah meyakinkan pada masyarakat bahwa, vaksin COVID-19 Sinovac aman dan halal. Hal ini cukup beralasan karena per tanggal 11 Januari 2021, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization untuk vaksin asal China tersebut. "Vaksinasi ini menjadi kunci untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat terhadap COVID-19 sekaligus menjadi momentum untuk menyelaraskan tujuan kesehatan dan ekonomi," ujarnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top