Jelang Divaksin COVID-19, Wagub Jatim Emil Dardak Lakukan Tes Kesehatan
Selasa, 12 Januari 2021 - 21:19 WIB
loading...
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa batal menjadi orang pertama yang akan divaksin COVID-19 di Jatim, lantaran terkonfirmasi positif COVID-19 . Pemprov Jatim mengusulkan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggantikan Khofifah yang masih isolasi mandiri.
(Baca juga: Disneyland Akan Disulap Jadi 'Situs Super' Vaksinasi COVID-19 )
Diketahui, Tim Kuratif Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 mengusulkan 12 nama untuk menerima vaksin Sinovac tahap pertama di Jatim. Mereka adalah Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto. Lalu Ketua Tim Penggerak PKK Arumi Bachsin, Direktur Utama RSUD dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi.
Dirut RSAL, Dirut RSI, Dirut RS Menur, Dekan Fakultas Kedokteran Unair, Kepala BPOM Surabaya, Ketua IDI Surabaya, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Syafiq Syauqi alias Gus Syafiq, dan Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jatim. "Saya telah melakukan screening untuk memastikan dalam kondisi prima. Jadi sudah ada pengambilan darah dan sampel-sampel lainnya, untuk bisa mengikuti vaksinasi. Kita tunggu saja hasilnya," ujar Wagub Jatim Emil Dardak, Selasa (12/1/2021).
Juru Bicara Tim Kuratif Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 , Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan, vaksinasi tahap awal diprioritaskan untuk Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Menurutnya yang mendapatkan vaksin pada tahap ini adalah pejabat dan tenaga kesehatan (nakes). "Karena pejabat ini kan merupakan role model, karena vaksin ini sudah terbukti aman. Yang harus divaksin adalah yang belum pernah terpapar COVID-19 ," ujarnya.
Untuk nakes, lanjut dia, adalah yang khusus merawat pasien COVID-19 . Sedangkan untuk orang-orang yang bekerja pada layanan kesehatan seperti supir, cleaning service dan lainnya juga belum mendapat jatah vaksin pada tahap ini. “Selain pejabat dan nakes, yang menjadi prioritas adalah TNI, Polri dan pelayanan publik. Artinya orang yang setiap hari bertemu banyak orang terpapar,” terangnya.
(Baca juga: Disneyland Akan Disulap Jadi 'Situs Super' Vaksinasi COVID-19 )
Diketahui, Tim Kuratif Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 mengusulkan 12 nama untuk menerima vaksin Sinovac tahap pertama di Jatim. Mereka adalah Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto. Lalu Ketua Tim Penggerak PKK Arumi Bachsin, Direktur Utama RSUD dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi.
Dirut RSAL, Dirut RSI, Dirut RS Menur, Dekan Fakultas Kedokteran Unair, Kepala BPOM Surabaya, Ketua IDI Surabaya, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Syafiq Syauqi alias Gus Syafiq, dan Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jatim. "Saya telah melakukan screening untuk memastikan dalam kondisi prima. Jadi sudah ada pengambilan darah dan sampel-sampel lainnya, untuk bisa mengikuti vaksinasi. Kita tunggu saja hasilnya," ujar Wagub Jatim Emil Dardak, Selasa (12/1/2021).
Juru Bicara Tim Kuratif Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 , Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan, vaksinasi tahap awal diprioritaskan untuk Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Menurutnya yang mendapatkan vaksin pada tahap ini adalah pejabat dan tenaga kesehatan (nakes). "Karena pejabat ini kan merupakan role model, karena vaksin ini sudah terbukti aman. Yang harus divaksin adalah yang belum pernah terpapar COVID-19 ," ujarnya.
Untuk nakes, lanjut dia, adalah yang khusus merawat pasien COVID-19 . Sedangkan untuk orang-orang yang bekerja pada layanan kesehatan seperti supir, cleaning service dan lainnya juga belum mendapat jatah vaksin pada tahap ini. “Selain pejabat dan nakes, yang menjadi prioritas adalah TNI, Polri dan pelayanan publik. Artinya orang yang setiap hari bertemu banyak orang terpapar,” terangnya.
Lihat Juga :