Harga Kedelai Melambung, Pedagang Blitar Pasrah: Rezeki Sudah ada yang Ngatur
Jum'at, 08 Januari 2021 - 17:54 WIB
loading...
Tempe buatan Yudi, produsen sekaligus pedagang tempe asal Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Foto/Ist.
A
A
A
BLITAR - Untungnya Yudi (47) selalu bisa menjelaskan ke pelanggan, kenapa tempe buatannya akhir akhir ini berubah semakin tipis. Harga kedelai lagi tinggi, saat ini Rp9.200/Kg. Ketebalan tempe pun terpaksa ia susutkan. "Alhamdulillah para pelanggan bisa mengerti saat dijelaskan," tutur Yudi yang bertempat tinggal di Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar Jumat (8/1/2021).
(Baca juga: Terungkap! Indonesia Negara Pengimpor Kedelai Terbesar Kedua di Dunia )
Yudi membuat tempe sendiri dan sekaligus merangkap sebagai tenaga pemasaran. Mulai pukul 06.00 WIB berkeliling di wilayah Kecamatan Sananwetan, berlanjut Kecamatan Kanigoro, dan sekitar pukul 09.00-10.00 WIB, sudah kembali ke rumah. Usaha rumahan tersebut belum lama ia tekuni. Bapak dua anak ini terkenal ulet dan tahan banting.
Sebelumnya ia pernah menggeluti dunia radio. Cukup lama berprofesi sebagai penyiar, dengan program siaran langgam Jawa menjadi spesialisnya. Ia juga pernah menjajal memproduksi kecap, serta berbisnis mebelair. Namun baru di dunia tempe ini, Yudi mengaku merasa menemukan passionnya. "Dua tahun berjalan. Dalam sehari rata rata habis 10 kilogram kedelai ," terang Yudi yang rutin menjajakan tempe mulai pukul 06.00 WIB pagi.
(Baca juga: Terungkap! Indonesia Negara Pengimpor Kedelai Terbesar Kedua di Dunia )
Yudi membuat tempe sendiri dan sekaligus merangkap sebagai tenaga pemasaran. Mulai pukul 06.00 WIB berkeliling di wilayah Kecamatan Sananwetan, berlanjut Kecamatan Kanigoro, dan sekitar pukul 09.00-10.00 WIB, sudah kembali ke rumah. Usaha rumahan tersebut belum lama ia tekuni. Bapak dua anak ini terkenal ulet dan tahan banting.
Sebelumnya ia pernah menggeluti dunia radio. Cukup lama berprofesi sebagai penyiar, dengan program siaran langgam Jawa menjadi spesialisnya. Ia juga pernah menjajal memproduksi kecap, serta berbisnis mebelair. Namun baru di dunia tempe ini, Yudi mengaku merasa menemukan passionnya. "Dua tahun berjalan. Dalam sehari rata rata habis 10 kilogram kedelai ," terang Yudi yang rutin menjajakan tempe mulai pukul 06.00 WIB pagi.
Lihat Juga :