Mendag Zulhas Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Kedelai

Minggu, 06 November 2022 - 16:17 WIB
loading...
Mendag Zulhas Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Kedelai
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menjelaskan penyebab kenaikan harga kedelai karena diimpor dari Negeri Paman Sam. (Ist)
A A A
MAKASSAR - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menjelaskan penyebab kenaikan harga kedelai karena diimpor dari Negeri Paman Sam.

“Gini, kedelai memang (naik), karena kedelai sekarang kan itu belinya bulan Agustus baru sampainya sekarang, harganya mahal yah,” kata Zulkifli Hasan, yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), usai Kunker di Pasar Pa’baeng-baeng, Makassar, Minggu, (6/11/2022).

Zulhas sapaan akrabnya mengatakan, menanggapi kenaikan harga tersebut presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan Bulog untuk mengimpor kedelai.

“Oleh karena itu, bapak presiden kita sudah rapat perintahkan Bulog untuk impor, tapi kan impor sekarang datangnya Desember, itu harganya kira-kira sampai sini Rp11 ribu akan dijual Rp10 ribu,” ucap dia.

Zulhas mengaku, Bulog telah mengimpor 350 ribu ton yang diambil di Amerika Serikat. Kendati begitu, Zulhas melanjutkan, harga kedelai ini akan di subsidi hingga Rp3 ribu.

"350 ribu ton Bulog beli, tapi kan perlu waktu karena kan kedelai itu dari sana jauh, dari Amerika. Jadi perlu kapalnya itu 40 sampai 50 hari. Jadi memang hari-hari ini mahal tapi kami subsidi Rp1.000. Kita lagi upayakan subsidinya Rp2 ribu atau Rp3 ribu, yah,” tuturnya.

Baca: Cerita Pasutri Tinggal di Gua dalam Area Pemakaman Majalengka, Riuh Suara Alam.

Lebih jauh, Zulhas menerangkan, sementara harga terigu saat ini telah mulai menurun, hanya saja rupiah saat ini rendah sehingga ada kenaikan. “Kalau terigu gak (naik), terigu sudah mulai turun kan harga sananya, cuman yang naik rupiahnya. Dulu rupiahnya kan Rp14.500 sekarang Rp15.700 nah itu,” tutupnya.

Dalam kesempatan Kunker tersebut, Mendag Zulhas didampingi oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Dhanny Pomanto.
(nag)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1680 seconds (10.177#12.26)