KPK Diminta Lebih Berani Telusuri Asal Usul Harta Kekayaan Pejabat

Kamis, 03 Desember 2020 - 18:29 WIB
loading...
KPK Diminta Lebih Berani...
Direktur Eksekutif Indonesia Club, Gigih Guntoro mengatakan, penegak hukum dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus lebih berani melakukan penelusuran asal-usul kekayaaan. Dok SINDOnews
A A A
BOGOR - Pemberantasan korupsi tampaknya masih akan menjadi isu sentral dalam masa-masa mendatang. Para pejabat masih saja berani mencuri uang rakyat meski sudah banyak koruptor yang tertangkap.

Termasuk masalah dugaan jual-beli jabatan . Masyarakat sangat akrab dan sering mendengar adanya praktik tidak terpuji tersebut. Meski sudah menjadi rahasia umum, kecil sekali persentasenya yang diusut hingga tuntas sehingga masalah jual-beli jabatan ini terus ada hingga saat ini.

Direktur Eksekutif Indonesia Club, Gigih Guntoro mengatakan, penegak hukum dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus lebih berani melakukan penelusuran asal-usul kekayaaan pejabat dan mantan pejabat. "Kalau jual beli jabatan itu sudah lama dan itu menjadi isu utama dalam hal praktik korupsi. Kemudian polanya nyaris sama semua," katanya, saat dihubungi, Kamis (3/12).

Atas hal itu, KPK diminta melakukan pemeriksaan tidak secara formal dan tidak hanya sebatas memeriksa Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKBN). Petugas juga harus memeriksa istri, hingga ke anak pejabat, bahkan lainnya dari awal menjabat hingga menjelang pensiun. (Baca: Bupati Cirebon Imron Rosyadi Positif Terinfeksi COVID-19).

"Itu pun mengacu pada Pasal 10 sampai dengan 19, UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme," tandasnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
PASTI Indonesia Minta...
PASTI Indonesia Minta KPK Soroti Pengelolaan PDRD Raja Ampat Tahun 2025
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
Dituntut 8,5 Tahun Penjara,...
Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Gubernur Riau: JPU Abaikan Fakta Persidangan
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
KPK Sita Logam Mulia...
KPK Sita Logam Mulia dan Uang Tunai Miliaran Rupiah di OTT Bupati Sukoharjo
Prabowo Minta Tindakan...
Prabowo Minta Tindakan Tegas Terhadap Penyelewengan Tak Merusak Stabilitas Nasional
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Yusril Sebut KPK Bisa...
Yusril Sebut KPK Bisa Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah
Rekomendasi
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Jalanan Memerah, 2 Juta...
Jalanan Memerah, 2 Juta Suporter Spanyol Turun ke Jalan Rayakan Gelar Piala Dunia 2026
Argentina Terancam Sanksi...
Argentina Terancam Sanksi FIFA, Hukuman Berat Menanti usai Ricuh di Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
Infografis
Rudal 9 Dey, Bikin Israel...
Rudal 9 Dey, Bikin Israel Tak Berani Asal Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved