Jaga Imunitas Saat Pandemi COVID-19, Pertanian Hidroponik Bisa Jadi Pilihan

loading...
Jaga Imunitas Saat Pandemi COVID-19, Pertanian Hidroponik Bisa Jadi Pilihan
Para guru dari beberapa sekolah TK dan RA memanen sayur sawi pakcoy yang di budidaya dengan metode hidroponik, di lingkungan SD Khadijah, Surabaya. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
SURABAYA - Badai pandemi COVID-19 belum diketahui sampai kapan akan berakhir. Masyarakat diimbau untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, dan menjaga imunitas tubuh agar bisa menekan penularan COVID-19 . (Baca juga: Tangis Korban Kebakaran di Sidoarjo Pecah Saat Didatangi Wanita Cantik Ini )

Upaya menjaga imunitas atau daya tahan tubuh, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dilakukan para guru di SD Khadijah 3 Surabaya, dengan menenam sayuran sawi pakcoy secara hidroponik.

Sayur segar ini dibudidayakan dengan metode hidroponik, sehingga bisa ditanam dilahan perkotaan. Kepala SD Khadijah 3, Nurul Hidayati mengungkapkan, selama pandemi ini salah satu wirausaha sekolah yang masih berjalan lancar adalah sayur sawi hidroponik.

Nurul menjelaskan, sayur sawi pakcoy yang dibudidaya di Green House Khadijah Urban Farming, merupakan lini usaha dan tempat praktik peserta didiknya. Pada masa pandemi ini, disaat semua sektor tiarap justru sayur sawi menjadi idola banyak pelanggan. (Baca juga: Tertangkap Basah Hendak Curi Motor, Budi Babak Belur Dihajar Massa )



"Kita punya tim khusus yang menangani kebun ini, mulai dari pembibitan hingga pemasaran. Itu semua siswa yang mengelola," katanya disela-sela panen sayur sawi bersama puluhan guru TK dan RA pada momen Hari Guru Nasional, di SD Khadijah 3 Surabaya.



Untuk itu, Nurul mengajak para guru TK yang ada di sekitar sekolah untuk bisa bergabung dan berkolaborasi dalam hal budidaya tanaman hidroponik . Selain sayuran tergolong sehat tanpa pestisida, ada nilai ekonomi dan edukasi yang bisa diturunkan bagi peserta didik.



Keberadaan Green House Khadijah Urban Farming itu rupanya cukup menginspirasi para guru TK dan RA. Penatataan kebun dan tata kelola sekolah di Raya Lontar Candi Lempung, Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya ini juga menjadi percontohan sekolah-sekolah di sekitarnya.

Guru PG TK Wardah, Neli Ismail mengaku terkesan saat dirinya tiba di SD Khadijah 3 Surabaya. Mulai dari gerbang masuk hingga halaman belakang gedung tertata rapi dengan ragam tanaman produktif . "Saya terkagum dengan pengaturan sekolah SD Khadijah 3. Mulai dari pintu masuk sudah disambut berbagai tanaman," ujarnya. (Baca juga: Siswi SMP Tasikmalaya 1 Tahun Diperkosa Bergiliran, Polisi Belum Tetapkan Tersangka )

Neli bertekat, pasca pandemi COVID-19 pihaknya akan mencoba mengagas budidaya sayuran hidropinik di sekolahnya. "Kami dari TK ingin mempraktikkan di sekolah kami. Nantinya anak-anak juga akan kami kenalkan bagaimana membudidaya tanaman di lahan sekitar meskipun tidak ada tanah," pungkasnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top