Misteri Pusaka-pusaka Kerajaan Mataram yang Dibuat dari Batu Meteor
Minggu, 22 November 2020 - 05:07 WIB
loading...
Penggunaan batu meteor oleh telah lama digunakan oleh para leluhur di bumi Nusantara ini diantaranya untuk pembuatan pusaka. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
Kabar mengenai warga Tapanuli Tengah, Sumatera Utara Josua Hutagalung yang dikabarkan kaya mendadak akibat batu meteor yang menimpa rumahnya pada bulan Agustus 2020 lalu menarik perhatian banyak pihak. Bahkan pihak badan antariksa Amerika Serikat, NASA dan LAPAN juga turut meneliti dan mengomentari hal tersebut.
Ternyata penggunaan batu meteor oleh telah lama digunakan oleh para leluhur di bumi Nusantara ini. Diantaranya oleh para empu atau Mpu untuk pembuatan pusaka berupa senjata tajam mulai keris, tombak, pedang dan senjata lainnya. (Baca: Cemburu Sering Pamer Kemesraan, Supriyono Bunuh Suami Siri Mantan Istri Pakai Celurit)
Penggunaan bahan ini dilakukan karena mengandung titanium yang merupakan jenis logam yang memiliki kandungan yang hebat. Selain itu batu batuan dari langit tersebut memiliki kekuatan alam yang luar biasa yang telah terbakar di atmosfir ketika memasuki bumi.
"Para empu jaman dulu suka melekan (tirakatan) dan banyak melihat langit, di saat ada batu meteor jatuh maka mereka memburunya pencarian melalui metode penyelarasan dengan alam/ transformasi alam. Metode meditasi atau lelaku bagi para empu di Jawa adalah suatu metode konvensional untuk mendeteksi dan memilih logam,” ujar Benny Hatmantoro, senior perkerisan dari Forum Bawa Rasa Tosan Aji Soedjatmoko Surakarta dikutip dari rizanoanders.staff.unja.ac.id.
Dalam Catalogue of Meteorites dijelaskan, pernah jatuh meteorit Jatipengilon di Alastoewa, Madiun pada 19 Maret 1884. Berat meteor Jatipengilon mencapai 166 kg. Saat jatuh, meteor Jatipengilon melesak tiga meter ke dalam bumi.
Ternyata penggunaan batu meteor oleh telah lama digunakan oleh para leluhur di bumi Nusantara ini. Diantaranya oleh para empu atau Mpu untuk pembuatan pusaka berupa senjata tajam mulai keris, tombak, pedang dan senjata lainnya. (Baca: Cemburu Sering Pamer Kemesraan, Supriyono Bunuh Suami Siri Mantan Istri Pakai Celurit)
Penggunaan bahan ini dilakukan karena mengandung titanium yang merupakan jenis logam yang memiliki kandungan yang hebat. Selain itu batu batuan dari langit tersebut memiliki kekuatan alam yang luar biasa yang telah terbakar di atmosfir ketika memasuki bumi.
"Para empu jaman dulu suka melekan (tirakatan) dan banyak melihat langit, di saat ada batu meteor jatuh maka mereka memburunya pencarian melalui metode penyelarasan dengan alam/ transformasi alam. Metode meditasi atau lelaku bagi para empu di Jawa adalah suatu metode konvensional untuk mendeteksi dan memilih logam,” ujar Benny Hatmantoro, senior perkerisan dari Forum Bawa Rasa Tosan Aji Soedjatmoko Surakarta dikutip dari rizanoanders.staff.unja.ac.id.
Dalam Catalogue of Meteorites dijelaskan, pernah jatuh meteorit Jatipengilon di Alastoewa, Madiun pada 19 Maret 1884. Berat meteor Jatipengilon mencapai 166 kg. Saat jatuh, meteor Jatipengilon melesak tiga meter ke dalam bumi.
Lihat Juga :