KH Anwar Musaddad, Ulama Besar yang Kerap Merepotkan Pasukan Belanda

Sabtu, 21 November 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Melalui dakwah, Musaddad pun mulai memobilisasi guru, ulama, pandu, pedagang, hingga petani dalam upayanya membangun semangat perjuangan untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Para pemuda pun kemudian dikumpulkan untuk mendapatkan pelatihan militer hingga akhirnya terbentuk sebuah pasukan yang dinamai Hizbullah.

Kala Jepang bertekuk lutut kepada tentara sekutu menjelang proklamasi kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945, Musaddad langsung menunjukkan perannya sebagai pejuang ulung dengan strategi berperang yang telah dikuasainya.

Hal itu dia lakukan menyusul informasi bahwa Belanda akan kembali menjajah Indonesia dengan menumpang pasukan sekutu. Kembalinya pasukan Belanda diketahui menjadi pemicu pertempuran di Surabaya, 10 November 1945 yang akhirnya diperingati sebagai Hari Pahlawan dan pembumihangusan Bandung yang dikenal dengan peristiwa Bandung Lautan Api, 23 Maret 1946.

Meski sempat dirawat di rumah sakit pascaterjatuh dari sepeda motor saat proklamasi dikumandangkan, pasca pulih, Musaddad langsung terlibat pertempuran dengan pasukan Belanda yang hendak kembali menjajah Indonesia kala itu. Bersama KH Mustofa Kamil dan KH Yusuf Tauziri, ulama besar lainnya di Garut, Musaddad memberikan perlawanan sengit dalam pertempuran di Garut.

Dengan dukungan sekitar 200 pemuda terlatih yang tergabung dalam pasukan Hizbullah, pertempuran demi pertempuran berhasil dimenangkan, seperti saat melawan Gurkha, pasukan tentara Inggris yang diisi orang-orang dari India.

Pasukan Hizbullah menerapkan strategi berperang sporadis yang kerap merepotkan pasukan Belanda dan sekutunya itu. Kisah heroik pasukan Hizbullah pun akhirnya terdengar ke seantero negeri hingga sampai di telinga Bung Tomo, pemimpin pergerakan Arek-arek Suroboyo.

Bahkan, Bung Tomo pun mengagumi aksi heroik tersebut hingga dirinya mengajak pasukan Hizbullah untuk bergabung melawan pasukan Belanda di Surabaya. Keinginan Bung Tomo pun akhirnya dikabulkan, dipimpin KH Mustofa Kamil, satu peleton barisan Hizbullah berangkat ke Surabaya dan bertempur hingga KH Mustofa Kamil gugur dalam pertempuran tersebut.

Musaddad dan KH Yusuf Tauziri sendiri akhirnya ditangkap pasukan Belanda pada 1948 dan mendekam di penjara. Keduanya baru dibebaskan setelah pengakuan kedaulatan kemerdekaan RI pada 1950 hingga keduanya kembali ke Pesantren Cipari di Garut sebagai markas perjuangan barunya.

Perjuangan KH Anwar Musaddad bukan hanya dihadapkan pada bangsa penjajah Belanda, melainkan juga dari bangsa sendiri. Musaddad berkali-kali diajak bergabung dengan Tentara Islam Indonesia yang dikenal dengan nama DI/TII pimpinan Kartosoewiryo, namun ajakan bergabung itu ditolaknya mentah-mentah.

Dalam bukunya Biografi Prof KH Anwar Musaddad, sejarawan Nina Herlina menyebut, Musaddad menegaskan pada Kartosoewirjo bahwa mengelola negara di dalam negara adalah sesuatu yang mustahil. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baginya sudah menjadi harga mati.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Pengacara Santriwati...
Pengacara Santriwati Korban Pencabulan di Pati Tolak Disogok Rp400 Juta untuk Cabut Laporan
Modus Kiai Ponpes Pati...
Modus Kiai Ponpes Pati Cabuli Santriwati Terungkap: Dalih Hilangkan Penyakit hingga Kekerasan
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Kiai NU: Penjaga Tradisi...
Kiai NU: Penjaga Tradisi atau Agen Kultural?
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Rekomendasi
Anneth Delliecia Antusias...
Anneth Delliecia Antusias Meriahkan Konser Tehillim - The Heart of Worship
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved