Tangis Haru Nenek Tiah setelah Rumahnya Direhab Pemkab Batang
Rabu, 14 Oktober 2020 - 09:46 WIB
loading...
Bupati Batang Wihaji menyerahkan bantuan kepada Tiah warga Desa Surjo Kecamatan Bawang, Selasa (13/10/2020). FOTO : Istimewa
A
A
A
BATANG - Tak kuasa menahan haru dan syukur atas kedatangan Bupati Batang Wihaji, seorang nenek di Desa Surjo Kecamatan Bawang akhirnya menumpahkan tangis di ruang tengah rumahnya yang baru saja selesai direhab warga. Tangis syukur tersebut dari seorang nenek yang merasa terbantu, setelah bertahun-tahun hidup dalam kekurangan.
Kedatangan Wihaji di kediaman wanita berusia lanjut yang tinggal bersama seorang cucunya itu kembali mendapatkan bantuan dari Pemkab Batang. Wanita berusia lanjut itu bernama Tiah, ia mencukupi semua kebutuhan Untung Nuryoso sang cucu yang baru masuk Sekolah Dasar (SD).
Dengan penghasilan Rp3 ribu sebagai pemetik daun cengkeh, Tiah harus pintar-pintar membagi penghasilannya untuk cucunya. "Ayah dan ibu Untung meninggal hampir satu tahun silam, jadi saya yang harus mencukupi kebutuhan cucu saya," ucapnya, Selasa (13/10/2020).
Sembari mengusap air mata di pipinya, Tiah juga menerangan, ia merasa menjadi orang paling beruntung. "Kondisi rumah saya tadinya hanya beratap plastik, karena warga desa kasihan akhirnya dibangun seperti ini," paparnya.
Adapun rumah yang ditinggali Tiah dan Untung kini beratap asbes dengan dinding batako. Sebelumnya, rumah tersebut nampak kurang nyaman dengan dinding kayu, alas tanah dan atap plastik.
Kedatangan Wihaji di kediaman wanita berusia lanjut yang tinggal bersama seorang cucunya itu kembali mendapatkan bantuan dari Pemkab Batang. Wanita berusia lanjut itu bernama Tiah, ia mencukupi semua kebutuhan Untung Nuryoso sang cucu yang baru masuk Sekolah Dasar (SD).
Dengan penghasilan Rp3 ribu sebagai pemetik daun cengkeh, Tiah harus pintar-pintar membagi penghasilannya untuk cucunya. "Ayah dan ibu Untung meninggal hampir satu tahun silam, jadi saya yang harus mencukupi kebutuhan cucu saya," ucapnya, Selasa (13/10/2020).
Sembari mengusap air mata di pipinya, Tiah juga menerangan, ia merasa menjadi orang paling beruntung. "Kondisi rumah saya tadinya hanya beratap plastik, karena warga desa kasihan akhirnya dibangun seperti ini," paparnya.
Adapun rumah yang ditinggali Tiah dan Untung kini beratap asbes dengan dinding batako. Sebelumnya, rumah tersebut nampak kurang nyaman dengan dinding kayu, alas tanah dan atap plastik.
Lihat Juga :