Ketika Bupati Batang Geledah Dompet Janda dan Perawan Tua
Kamis, 08 Oktober 2020 - 09:42 WIB
loading...
Bupati Batang Wihaji saat menjenguk warga yang tidak mampu di Desa Mentosari.
A
A
A
BATANG - Sudah menjadi agenda rutin setiap seminggu sekali, orang nomor satu di Kabupaten Batang tilik (menjenguk) warga ke desa - desa. Kali ini Bupati Batang Wihaji menyambangi rumah warga yang dihuni oleh dua orang janda dan satu perawan tua yang mengalami sakit lumpuh di Desa Gringsing, Kecamatan Gringsing, Rabu (7/10/2020).
Melihat kondisi rumah yang kosong tanpa perabotan, Wihaji lantas meminta dompet janda yang bekerja serabutan tersebut dan mengolahnya. "Memang benar dompetnya kosong tanpa uang serupiah pun. Ini sembako untuk menyambung hidup," kata Wihaji
Tak hanya itu, Wihaji juga memberikan uang sebesar tiga juta untuk tiga janda yang hidup serba keterbatasan. "Tilik warga ini untuk memastikan kondisi ekonomi dalam kondisi pandemi Covid-19, serta memastikan sudah dapat bantuan apa belum," katanya.
Ia pun mengakui bantuan dari pemerintah tidak bisa mencukupi kebutuhanya, tapi minimal ada yang diharapkan dalam setiap harinya untuk bertahan hidup. "Oleh karena itu, Pemkab terus bantu warga yang benar - benar membutuhkan yang kita prioritaskan," jelasnya
Menurutnya, dengan berkunjung ke warga yang tidak mampu akan meningkatkan rasa syukur kita masih diberikan kesehatan. "Kalau memang mereka sudah tidak bisa mencari nafkah, Pemkab akan hadir memberikan subsidi. Kalau rumah tidak layak kita prioritaskan tahun depan mendapatkan bantuan RTLH," jelasnya.
Melihat kondisi rumah yang kosong tanpa perabotan, Wihaji lantas meminta dompet janda yang bekerja serabutan tersebut dan mengolahnya. "Memang benar dompetnya kosong tanpa uang serupiah pun. Ini sembako untuk menyambung hidup," kata Wihaji
Tak hanya itu, Wihaji juga memberikan uang sebesar tiga juta untuk tiga janda yang hidup serba keterbatasan. "Tilik warga ini untuk memastikan kondisi ekonomi dalam kondisi pandemi Covid-19, serta memastikan sudah dapat bantuan apa belum," katanya.
Ia pun mengakui bantuan dari pemerintah tidak bisa mencukupi kebutuhanya, tapi minimal ada yang diharapkan dalam setiap harinya untuk bertahan hidup. "Oleh karena itu, Pemkab terus bantu warga yang benar - benar membutuhkan yang kita prioritaskan," jelasnya
Menurutnya, dengan berkunjung ke warga yang tidak mampu akan meningkatkan rasa syukur kita masih diberikan kesehatan. "Kalau memang mereka sudah tidak bisa mencari nafkah, Pemkab akan hadir memberikan subsidi. Kalau rumah tidak layak kita prioritaskan tahun depan mendapatkan bantuan RTLH," jelasnya.
Lihat Juga :