Manfaatkan Aplikasi, Penularan COVID-19 Bisa Dikendalikan
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 19:58 WIB
loading...
Kepala Diskominfo M Fikser menjelaskan peranan aplikasi dalam menekan jumlah penularan COVID-19.FOTO : SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Kota Surabaya sempat terpuruk ketika masuk dalam zona merah penularan COVID-19. Dengan memanfaatkan aplikasi teknologi, transmisi penularan di Kota Pahlawan bisa ditekan.
Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya M. Fikser menuturkan, awalnya data itu berasal dari puskesmas, rumah sakit dan laboratorium di Surabaya yang menjadi tempat pemeriksaan atau tes. Mereka melaporkan data-data itu ke aplikasi allrecord yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan.(Baca juga : Jembatan Joyoboyo Pakai Model Punggung Sapi, Apa Fungsinya? )
Dari data aplikasi allrecord di pusat itu, dipilah berdasarkan provinsi dan dilempar ke berbagai provinsi di Indonesia. Kemudian, dari provinsi dilakukan pemilihan lagi per kabupaten/kota dan diserahkan kepada dinas kesehatan kabupaten/kota hingga data itu diterima oleh Diskominfo Surabaya.
“Jadi, data kiriman dari provinsi yang masih mentahan itu kami masukkan ke dalam aplikasi https://lawancovid-19.surabaya.go.id/ yang di dalamnya terdapat tiga aplikasi, yaitu aplikasi data kependudukan, aplikasi data kesehatan atau data pasien yang juga memuat rekam medisnya, dan aplikasi pengolahan pasien COVID-19 ,” kata Fikser, Jumat (2/10/2020).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya ini menambahkan, tiga aplikasi ini bekerja secara paralel, sehingga bisa cepat diketahui datanya, baik yang warga Surabaya, luar Surabaya, dan data-data lainnya.(Baca juga : Budidaya Sayur Hidroponik, Jadi Tren Masyarakat Era Revolusi Industri 4.0 )
Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya M. Fikser menuturkan, awalnya data itu berasal dari puskesmas, rumah sakit dan laboratorium di Surabaya yang menjadi tempat pemeriksaan atau tes. Mereka melaporkan data-data itu ke aplikasi allrecord yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan.(Baca juga : Jembatan Joyoboyo Pakai Model Punggung Sapi, Apa Fungsinya? )
Dari data aplikasi allrecord di pusat itu, dipilah berdasarkan provinsi dan dilempar ke berbagai provinsi di Indonesia. Kemudian, dari provinsi dilakukan pemilihan lagi per kabupaten/kota dan diserahkan kepada dinas kesehatan kabupaten/kota hingga data itu diterima oleh Diskominfo Surabaya.
“Jadi, data kiriman dari provinsi yang masih mentahan itu kami masukkan ke dalam aplikasi https://lawancovid-19.surabaya.go.id/ yang di dalamnya terdapat tiga aplikasi, yaitu aplikasi data kependudukan, aplikasi data kesehatan atau data pasien yang juga memuat rekam medisnya, dan aplikasi pengolahan pasien COVID-19 ,” kata Fikser, Jumat (2/10/2020).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya ini menambahkan, tiga aplikasi ini bekerja secara paralel, sehingga bisa cepat diketahui datanya, baik yang warga Surabaya, luar Surabaya, dan data-data lainnya.(Baca juga : Budidaya Sayur Hidroponik, Jadi Tren Masyarakat Era Revolusi Industri 4.0 )
Lihat Juga :