Buktikan Kemiskinan Tinggi, Sunaryanto Blusukan hingga ke Dapur Warga

Kamis, 01 Oktober 2020 - 08:21 WIB
loading...
Buktikan Kemiskinan...
Calon Bupati Gunungkidul Sunaryanto saat blusukan di Kapanewon Tepus. Foto : SINDOnews/Suharjon
A A A
GUNUNGKIDUL - Hingga saat ini Gunungkidul menjadi kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di DIY. Calon Bupati Gunungkidul Sunaryanto pun mengaku risih dengan julukan tersebut dan langsung berusaha membuktikan kondisi di lapangan.

Cabup yang diusung Golkar dan PKB ini langsung blusukan bahkan hingga ke dapur warga miskin untuk melihat kondisi kemiskinan dan akar persoalan yang dihadapi.(Baca juga : Masa Pandemi, Warga Harus Taati Protokol Kesehatan dan Rajin Olahraga )

Langkah blusukan ini sudah dilakukan di Kecamatan Patuk dan Kecamatan Tepus. Sunaryanto yang didukung Partai Perindo ini langsung menuju rumah rumah warga.

Diapun sempat kaget melihat masih banyaknya rumah yang belum layak huni karena lantai masih tanah dan kondisi rumah yang belum ideal. Bahkan tidak sungkan dia masuk dapur dan melihat langsung makanan warga di pedesaan Gunungkidul.

"Saya sengaja melakukan kegiatan blusukan. Ternyata banyak pekerjaan yang harus dikerjakan untuk mengenakan kemiskinan. Dan ini menjadi prioritas utama pasangan kami," ucap Sunaryanto, Kamis (1/10/2020).(Baca juga : Sunaryanto Mulai Blusukan, Gerus Basis Suara PAN dan Gerindra )

Dijelaskannya, kondisi kemiskinan di Gunungkidul harus segera dicarikan solusi untuk segera dipecahkan. Hingga akhir tahun 2019 lalu, kata dia, jumlah warga miskin sebesar 16,61%.

"Jadi ini sebuah prosentase yang masih besar, diperlukan langkah cepat selain program bantuan sosial yang sudah ada . Untuk yang rentan termasuk lansia memang bantuan sosial, namun untuk yang lain butuh pemberdayaan berbasis ekonomi kerakyatan," ulasnya.

Selain melihat kondisi kemiskinan dia juga mengaku banyak melihat potensi lokal yabg bisa dijadikan solusi mejibgjatkan perekonomian warga. Sunaryanto kemudian menyontohkan banyaknya produk produk pedesaan di Gunungkidul. Mulai dari kerajinan baik batik, kayu, bambu, hingga makanan olahan.

"Potensi itu besar, namun semua terkendala pemasaran. Nah tugas ke depan adalah menciptakan pasar. Ini sangat penting, inovasi masyarakat Dengan produk lokal harus difasilitasi hingga pemasaran. Tidak bisa hanya sebatas bisa memproduksi saja, " kata dia.

Untuk itu strategi marketing termasuk bagaimana sistem digital marketing harus dikuasai. Tidak hanya itu, keberanian mendatangkan buyer guna mengangkat produk Gunungkidul juga penting dilakukan.

"Kalau tidak dibantu pemasaran, sangat sulit berkembang. Kalau dibiarkan saja ya kita akan menjadi kabupaten termiskin lagi. Ini saatnya bangkit untuk bersaing. Potensi baik alam dan sumber daya manusia sudah ada. Ini modal besar," beber Sunaryanto.(Baca juga : Pasangan Babe Paling Awal Daftar ke KPU Gunungkidul )

Dia juga melihat integrasi pariwisata dan potensi kerajinan menjadi hal yang harus dilakukan. Karena dengan integrasi akan memunculkan lingkaran ekonomi yang makin luas.

"Misalnya pantai dengan kerajinan batik, kerajinan kayu dan lainnya harus ada koneksi. Wisatawan bisa diarahkan ke sentra kerajinan batik, mulai dari belajar hingga membeli produk, yang lainnya masih banyak yang bisa dilakukan," tandasnya.

Sementara dalam kunjungan beberapa waktu lalu kehadiran Sunaryanto kepada warga miskin mendapatkan respon positif. Bahkan beberapa warga menangis saat dikunjungi.

Seperti Mbah Wonten warga Blekonang, Kalurahan Tepus Kapanewon Tepus. Nenek yabg hidup sendirian ini meneyeskan air mata dan berterima kasih dikunjungi calon bupati Sunaryanto.

"Kami ini orang kecil kok didatangi calon bupati. Mudah - mudahan mendapatkan rido yang Maha Kuasa," ucapnya sambil mengusap air mata dengan kain jarik yang dikenakan.
(nun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasbata Bantu Ahmad...
Pasbata Bantu Ahmad Tri Efendi, Bocah yang Putus Sekolah demi Rawat Orang Tuanya yang Sakit
LAN Luncurkan Akademi...
LAN Luncurkan Akademi Pengentasan Kemiskinan untuk Atasi Penduduk Miskin di Indramayu
BCA Dorong Penghematan...
BCA Dorong Penghematan Belanja Rumah Tangga lewat Rumah Pangan Hidup di Goa Pindul
Hujan Deras, Banjir...
Hujan Deras, Banjir Rendam SMP 3 Semanu Gunungkidul
NasDem Siap Kawal Pemenangan...
NasDem Siap Kawal Pemenangan PSU Pilkada Siak
Safari Ramadan, Rustini...
Safari Ramadan, Rustini Muhaimin Gelar Bakti Sosial di Gunungkidul
Kemendagri Dorong Pemda...
Kemendagri Dorong Pemda Lebih Inovatif Tangani Inflasi, Kemiskinan, dan Pengangguran
Data BPS Ungkap Kemiskinan...
Data BPS Ungkap Kemiskinan Menurun di Perkotaan maupun Pedesaan, Intip Angkanya
Tragedi Siswa SD di...
Tragedi Siswa SD di NTT Bunuh Diri karena Orang Tua Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Alarm Keras Bagi Negara
Rekomendasi
5 Kebiasaan Buruk yang...
5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres
BMW Mengkonfirmasi M3...
BMW Mengkonfirmasi M3 Generasi Berikutnya Tidak Akan Gunakan PHEV
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Berita Terkini
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved