Sosok Pangeran Diponegoro, Penyuka Sejarah Jawa Kuno dan Legenda Nyi Roro Kidul
Kamis, 26 Oktober 2023 - 07:36 WIB
loading...
Lukisan Pangeran Diponegoro dan pengikutnya petang hari 8 Maret 1830, yang dibuat sebelum perundingan damai di Magelang. Foto: Repro/Ist
A
A
A
YOGYAKARTA - Pangeran Diponegoro selain terkenal religius dengan kerap belajar ilmu agama Islam, juga menyukai sejarah Jawa. Hal ini terlihat ketika sang pangeran saat diasingkan ke Makassar oleh penjajah Belanda.
Di sana sang pangeran kerap menceritakan melalui catatan-catatannya yang selalu ditulis. Konon Pangeran Diponegoro mempunyai jiwa penyelidik yang tajam dan pengetahuan luas dengan tema-tema tertentu.
Hal yang disukainya yakni tema-tema sejarah Jawa dan legenda-legendanya. Selama berada di pengasingan sang pangeran berbicara panjang lebar mengenai budaya Jawa.
Baca Juga: Kisah Pangeran Diponegoro Berguru ke Kiai Guru Taptojani dan Ponpes Tegalrejo
Pada buku “Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro: 1785 – 1855”, sang pangeran mengulas bagaimana itu wayang, mitologi Jawa, pahlawan-pahlawan legendaris, dan tempat-tempat suci.
Tak hanya itu, di sepanjang rangkaian percakapan tersebut, Knoerle utusan Belanda mencatat, Pangeran Diponegoro berbicara panjang lebar tentang Dewi Pantai Selatan yakni Ratu Kidul.
Pangeran Diponegoro juga sempat membicarakan sejarah Kerajaan Pajajaran dan Majapahit, Sultan Demak Pertama, Raden Patah yang bertahta sekitar 1500 hingga 1518-an, dan tentang Untung Suropati (1644-1706), tentara bayaran sekaligus petualang Bali di akhir abad ke-17.
Di sana sang pangeran kerap menceritakan melalui catatan-catatannya yang selalu ditulis. Konon Pangeran Diponegoro mempunyai jiwa penyelidik yang tajam dan pengetahuan luas dengan tema-tema tertentu.
Hal yang disukainya yakni tema-tema sejarah Jawa dan legenda-legendanya. Selama berada di pengasingan sang pangeran berbicara panjang lebar mengenai budaya Jawa.
Baca Juga: Kisah Pangeran Diponegoro Berguru ke Kiai Guru Taptojani dan Ponpes Tegalrejo
Pada buku “Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro: 1785 – 1855”, sang pangeran mengulas bagaimana itu wayang, mitologi Jawa, pahlawan-pahlawan legendaris, dan tempat-tempat suci.
Tak hanya itu, di sepanjang rangkaian percakapan tersebut, Knoerle utusan Belanda mencatat, Pangeran Diponegoro berbicara panjang lebar tentang Dewi Pantai Selatan yakni Ratu Kidul.
Pangeran Diponegoro juga sempat membicarakan sejarah Kerajaan Pajajaran dan Majapahit, Sultan Demak Pertama, Raden Patah yang bertahta sekitar 1500 hingga 1518-an, dan tentang Untung Suropati (1644-1706), tentara bayaran sekaligus petualang Bali di akhir abad ke-17.
Lihat Juga :