Mengulas Gelar Mpu dari Masa Kerajaan Nusantara, Apa Istimewanya?

Jum'at, 06 Oktober 2023 - 07:34 WIB
loading...
Mengulas Gelar Mpu dari...
Mpu atau Empu diidentikkan dengan pembuat keris atau benda pusaka semasa kerajaan - kerajaan. Foto/Ilustrasi
A A A
Mpu atau Empu diidentikkan dengan pembuat keris atau benda pusaka semasa kerajaan - kerajaan. Namun kata mpu sebenarnya merupakan gelar yang diberikan ke seseorang yang mumpuni dan sakti.

Di masa Kerajaan Kediri nama Mpu Bharada menjadi yang dikenal, di masa Kerajaan Singasari nama Mpu Gandring menjadi yang paling dikenal. Mpu Purwa ayah dari Ken Dedes perempuan cantik yang dinikahi oleh Tunggul Ametung, penguasa Tumapel kala itu.

Sosok Mpu Purwa sendiri bukanlah sebagai orang yang membuat keris dan benda pusaka lainnya, tetapi merupakan pendeta pemuka agama, sebagaimana dikutip dari “Hitam Putih Ken Arok: Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan”.

Baca Juga: Siasat Kesultanan Demak Kuasai Pelabuhan Strategis di Jawa untuk Penyebaran Islam

Tetapi siapa sangka sebenarnya gelar mpu bukanlah untuk orang yang membuat keris, melainkan sebagai pemilik atau majikan. Kata mpu sendiri berarti penguasa, majikan, atau pemilik, kata ini pula masih dijumpai di dalam Bahasa Indonesia.

Pada Kerajaan Medang, pengguna gelar mpu tidak harus laki-laki. Misalnya, permaisuri Mpu Sindok menurut data-data prasasti bernama Mpu Kebi. Singasari dan Majapahit, gelar mpu dipakai golongan terhormat namun bukan bangsawan, dan hanya berlaku untuk laki-laki.

Beberapa laki-laki yang mendapat gelar mpu, misalnya Mpu Nambi atau Mpu Sora. Pada zaman Kesultanan Mataram gelar mpu tergeser oleh gelar kyai. Gelar mpu kemudian hanya dipakai oleh para pembuat senjata saja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Momen Prabowo-Putin...
Momen Prabowo-Putin Bertukar Cenderamata: Buku, Garuda, Keris Bali, hingga Pedang Perwira
Rekomendasi
Sejarah Rashdul Kiblat:...
Sejarah Rashdul Kiblat: Metode Penentuan Arah Kiblat Warisan Abu Rahyan Al-Biruni
Head to Head Spanyol...
Head to Head Spanyol vs Argentina: Benteng Matador Diuji La Albiceleste
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Berita Terkini
Ingin Berobat ke Negeri...
Ingin Berobat ke Negeri Jiran? IHH Healthcare Malaysia Gelar Expo di Surabaya
Perbaikan Jalan Imbas...
Perbaikan Jalan Imbas Proyek MRT, Halte Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Jumat Malam hingga Senin Pagi
Soal Putusan PTUN, Pengacara:...
Soal Putusan PTUN, Pengacara: Satuan Pendidikan di Bawah BLU UIN Jakarta Tetap Berjalan
24 Penumpang KM Nurul...
24 Penumpang KM Nurul Salsa Belum Ditemukan, Basarnas Lanjutkan Pencarian
Jelang Pelimpahan Tersangka...
Jelang Pelimpahan Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti, Brimob Bersenjata Lengkap Berjaga
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved