Tolak Relokasi, Warga Pulau Rempang dan Pulau Galang Blokade Jalan
Senin, 21 Agustus 2023 - 17:52 WIB
loading...
Warga Pulau Rempang, dan Pulau Galang, Kota Batam, melakukan aksi blokade jalan untuk menghadang tim terpadu yang hendak melakukan pengukuran tapal batas lahan. Foto/iNews TV/Gusti Yennosa
A
A
A
BATAM - Hujan deras yang mengguyur kawasan Jembatan 4 Kota Batam, tak sedikitpun membuat ratusan warga dari Pulau Rempang, dan Pulau Galang, bergeser. Mereka melakukan aksi blokade jalan, untuk menghadang tim terpaduk yang hendak melakukan pengukuran tapal batas.
Baca juga: Tuntut Penuntasan Korupsi, Koalisi Mahasiswa Pangkep Blokade Jalan Trans Sulawesi
Warga langsung meminta mobil yang hendak melintas untuk putar balik. Warga menolak kehadiran tim terpadu pengukuran lahan, karena terkait dengan rencana relokasi. Mereka menuntut Wali Kota Batam, untuk melakukan sosialisasi sebelum relokasi.
Salah seorang warga, Samsurizal mengatakan, warga melakukan blokade jalan untuk menuntut pemerintah agar menunda rencana pengukuran lahan, sampai ada pertemuan antara warga dengan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) dan Wali Kota Batam.
Baca juga: Kronologi Bentrok Polisi dengan Buruh Sawit di Bengkayang
"Kami ingin mempertahankan kampung yang sudah kami tempati secara turun-temurun," tegas Samsurizal. Warga meminta tidak ada kegiatan dari tim terpadu hingga ada kesepakatan, termasuk sosialisasi kepada warga di Pulau Rempang, dan Pulau Galang yang akan direlokasi.
Baca juga: Tuntut Penuntasan Korupsi, Koalisi Mahasiswa Pangkep Blokade Jalan Trans Sulawesi
Warga langsung meminta mobil yang hendak melintas untuk putar balik. Warga menolak kehadiran tim terpadu pengukuran lahan, karena terkait dengan rencana relokasi. Mereka menuntut Wali Kota Batam, untuk melakukan sosialisasi sebelum relokasi.
Salah seorang warga, Samsurizal mengatakan, warga melakukan blokade jalan untuk menuntut pemerintah agar menunda rencana pengukuran lahan, sampai ada pertemuan antara warga dengan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) dan Wali Kota Batam.
Baca juga: Kronologi Bentrok Polisi dengan Buruh Sawit di Bengkayang
"Kami ingin mempertahankan kampung yang sudah kami tempati secara turun-temurun," tegas Samsurizal. Warga meminta tidak ada kegiatan dari tim terpadu hingga ada kesepakatan, termasuk sosialisasi kepada warga di Pulau Rempang, dan Pulau Galang yang akan direlokasi.
Lihat Juga :