Miris! 49 Anak-anak di Kabupaten Maros Terpapar COVID-19
Kamis, 23 Juli 2020 - 17:20 WIB
loading...
Sejumlah murid SD mencuci tangan sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19. Foto/Unicef.org
A
A
A
MAROS - Angka pasien positif COVID-19 di kalangan anak lingkup Kabupaten Maros, Sulsel, sangat tinggi. Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dari total 350 kasus virus corona di Maros, sebanyak 49 pasien masih dalam kategori usia anak. Artinya, 14 persen kasus COVID-19 di Maros menjangkiti anak-anak.
Kepala Dinas PPPA Maros, Muhammad Idrus, menyebut angka infeksi COVID-19 untuk kategori anak di wilayahnya memang sangat tinggi. Pasalnya, lima persen saja sudah sangat memprihatinkan, apalagi kalau lebih dari 10 persen.
“Jelas itu sudah sangat tinggi. Bagi kami, lima persen saja itu sudah sangat mengkhawatirkan. Makanya kami berharap harus ada upaya khusus untuk menekan angka penyebaran COVID-19, khusus untuk kelompok usia anak ini,” kata Idrus, Kamis (23/7/2020).
Baca Juga: BBVet Maros Sudah Periksa Lebih dari 2.000 Spesimen COVID-19
Idrus menyebut angka positif COVID-19 pada usia anak di Maros tertinggi di wilayah Kecamatan Mandai. Rata-rata anak itu diketahui tertular melalui orang tua atau anggota keluarga lainnya yang terpapar virus corona lebih dahulu.
Kepala Dinas PPPA Maros, Muhammad Idrus, menyebut angka infeksi COVID-19 untuk kategori anak di wilayahnya memang sangat tinggi. Pasalnya, lima persen saja sudah sangat memprihatinkan, apalagi kalau lebih dari 10 persen.
“Jelas itu sudah sangat tinggi. Bagi kami, lima persen saja itu sudah sangat mengkhawatirkan. Makanya kami berharap harus ada upaya khusus untuk menekan angka penyebaran COVID-19, khusus untuk kelompok usia anak ini,” kata Idrus, Kamis (23/7/2020).
Baca Juga: BBVet Maros Sudah Periksa Lebih dari 2.000 Spesimen COVID-19
Idrus menyebut angka positif COVID-19 pada usia anak di Maros tertinggi di wilayah Kecamatan Mandai. Rata-rata anak itu diketahui tertular melalui orang tua atau anggota keluarga lainnya yang terpapar virus corona lebih dahulu.
Lihat Juga :