Asal Usul Nama dan Sejarah Tanggamus Lampung, Kabupaten Berjuluk Bumi Begawi Jejama

Kamis, 20 April 2023 - 11:38 WIB
loading...
Asal Usul Nama dan Sejarah...
Tanggamus merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Lampung. Foto DOK Kab Tenggamus
A A A
JAKARTA - Tanggamus merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Lampung . Ibukota dari kabupaten yang satu ini berada pada kota terbesarnya, yakni Kota Agung.

Tanggamus resmi menjadi kabupaten pada tanggal 21 Maret 1997 melalui Undang-undang Nomor 2 tahun 1997. Sama seperti daerah pada umumnya, Tanggamus juga memiliki asal usul nama dan sejarahnya sendiri sebelum terbentuk menjadi wilayah yang berdaulat.

Baca juga: Asal Usul dan Sejarah Grobogan, Wilayah yang Kental Pergolakan

Asal Usul Nama Tanggamus

Dikutip dari laman resmi pemerintahannya, nama Tanggamus sendiri diambil dari nama Gunung Tanggamus. Gunung tersebut terletak tepat di jantung kabupaten yang berjuluk “Bumi Begawi Jejama” itu.

Oleh sebab itu, para perancang dan tokoh kabupaten tersebut menamainya dengan Tanggamus. Selain sebagai simbol keberadaan Gunung Tanggamus, nama Tanggamus juga dipercaya akan memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyatnya.

Sejarah Tanggamus

Sejarah terbentuknya Kabupaten Tanggamus dimulai sejak zaman kolonial Belanda. Kota Agung merupakan wilayah Tanggamus pertama yang dimasuki kolonial Belanda tahun 1889.

Kota Agung dipilih sebagai wilayah singgahannya lantaran sudah menjadi sebuah wilayah yang sangat berkembang. Sementara itu, kota ini juga telah memiliki pemerintahan sendiri dan dipimpin oleh seseorang yang disebut controller.

Berjalannya sistem pemerintahan tersebut berdasarkan pada sistem adat yang terdiri dari lima marga diantaranya Talangpadang, Benawang, Belungun, Pematang Sawah, dan Ngarip. Dari kelima marga tersebut masing-masing telah dikepalai oleh seorang pesirah yang membawahi beberapa desa.

Baca juga: Asal Usul dan Sejarah Lamongan, Wilayah yang Disahkan Kanjeng Sunan Giri

Pada tahun pada tahun 1944 atau memasuki masa kemerdekaan, berdirilah sebuah sistem pemerintahan yang berbentuk kecamatan dan kawedanan. Pada mulanya sistem ini dianggap sebagai sistem yang cocok untuk wilayah itu, namun pada akhirnya sistem itu diganti dan dihapuskan pada tahun 1964.

Sistem pemerintahan negeri merupakan sistem pengganti dari sistem kawedanan. Sama halnya dengan sistem kawedanan, pemerintahan negeri pun harus dihapuskan karena ada perubahan sistem pemerintahan baru di Tanggamus kala itu.

Perubahan sistem pemerintahan di Tanggamus selanjutnya, yakni persiapan pembentukan Bupati Lampung Selatan untuk Kota Agung yang berkedudukan di Kota Agung. Persiapan ini kemudian dilaksanakan dengan diterbitkannya Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri Nomor 114 pada tanggal 30 Juni 1979.

Dengan adanya SK Kepmendagri tersebut Kota Agung akhirnya terbagi menjadi 10 Kecamatan dan 7 perwakilan kecamatan, yang terdiri dari 300 desa, 3 kelurahan, dan 4 desa persiapan.

Sementara itu, pembentukan wilayah Tanggamus menjadi sebuah kabupaten terjadi pada akhir pemerintahan Orde Baru. Tanggamus terbentuk menjadi sebuah kabupaten berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 tahun 1997 dan disahkan pada tanggal 21 Maret 1997.

Selanjutnya pada tanggal 19 Juni 2000, diterbitkanlah Peraturan Daerah Nomor 18 tahun 2000 tentang pembentukan kecamatan dan tata kerja pemerintahan kecamatan. Dengan disahkannya peraturan tersebut, maka jumlah Kecamatan di Kabupaten Tanggamus menjadi 17.

Namun seiring berjalannya waktu, jumlah kecamatan pun bertambah menjadi 24 dengan disahkannya Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2005. Dan pada tahun 2006 jumlah kecamatan kembali bertambah lagi menjadi 28 yang peresmiannya dilaksanakan pada tahun 2007.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
Jokowi Akan Kunjungi...
Jokowi Akan Kunjungi Lampung, Relawan dan PSI Siap Kawal Seluruh Agenda
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
Rekomendasi
Transmisi Hijau Tulang...
Transmisi Hijau Tulang Punggung Penentu Masa Depan Energi Bersih
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
Berita Terkini
154 Warga Terjangkit...
154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
UMKM Binaan Astra Tembus...
UMKM Binaan Astra Tembus ke Luar Negeri, Omzet Petani Naik Jadi Rp11,9 Miliar
Anggota DPRD Jakarta...
Anggota DPRD Jakarta Sebut Flyover Latumenten Bisa Kurangi Macet 40%
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
FKM UI Gelar Pelatihan...
FKM UI Gelar Pelatihan K3 dan Kesiapsiagaan Kebakaran untuk Guru SMPN 107 Jakarta
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved