Selain Slamet Tohari, Ini 4 Dukun Pengganda Uang yang Bikin Gempar Indonesia
loading...
A
A
A
JAKARTA - Terdapat empat dukun pengganda uang yang bikin gempar tanah air dalam sejarahnya. Terbaru dilakukan oleh Slamet Tohari di Banjarnegara , Jawa Tengah.
Slamet yang mengaku sebagai dukun pengganda uang pada calon korbannya akan meminta uang terlebih dahulu, dengan janji akan digandakan.
Bukannya mengembalikan uang tersebut, Slamet justru membunuh para korban yang pernah dipinjam uangnya. Kasus ini terungkap berkat laporan salah seorang anak korban yang orang tuanya menghilang usai bertemu dengan Dukun Slamet.
Pengakuan sebagai seorang yang bisa menggandakan uang ini bukanlah yang pertama terjadi di Indonesia. Sebelumnya sempat banyak oknum yang mengaku dapat melipat gandakan uang.
Dalam komplotan-nya, Wowon bersama dengan Solihin alias Duloh dan M. Dede Solehudin. Mereka diketahui telah membunuh 9 orang.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengungkapkan bahwa pelaku ini melakukan tindak penipuan dengan memperdaya para tenaga kerja wanita (TKW) bermodal modus Multi Level Marketing (MLM).
Pelaku ditangkap usai menipu korban Harim Bhava (52). Pelaku memperdayai korban mampu melakukan penggandaan uang dengan menggunakan ritual.
SYD memang dikenal akan triknya untuk memperdaya korban. Misalnya saja ketika memasukkan akik ke dalam telur atau mengelabui korban dengan menghilangkan uang di dalam kardus kosong.
Kedua korban disiksa menggunakan senjata tajam dan benda tumpul hingga tewas. Taat membunuh keduanya karena khawatir jika pengikutnya itu membongkar praktik penipuan yang dilakukannya tersebut.
Korbannya sendiri adalah Shendy Eko dan Ahmad Sanusi. Mereka adalah korban penipuan bermodus penggandaan emas. Dugaan pembunuhan adalah dengan menggunakan racun potasium sianida.
Slamet yang mengaku sebagai dukun pengganda uang pada calon korbannya akan meminta uang terlebih dahulu, dengan janji akan digandakan.
Bukannya mengembalikan uang tersebut, Slamet justru membunuh para korban yang pernah dipinjam uangnya. Kasus ini terungkap berkat laporan salah seorang anak korban yang orang tuanya menghilang usai bertemu dengan Dukun Slamet.
Pengakuan sebagai seorang yang bisa menggandakan uang ini bukanlah yang pertama terjadi di Indonesia. Sebelumnya sempat banyak oknum yang mengaku dapat melipat gandakan uang.
Berikut 4 Dukun Pengganda Uang
Empat dukun pengganda uang yang sempat menghebohkan Indonesia ini salah satunya adalah kasus Dimas Kanjeng yang pernah viral beberapa waktu lalu di sosial media.1. Wowon
Kasus pembunuhan berantai berkedok dukun pengganda uang pernah terjadi juga di awal tahun 2023 ini oleh Aki Banyu atau Wowon di Bekasi dan Cianjur. Kasus tersebut terungkap pada bulan Februari.Dalam komplotan-nya, Wowon bersama dengan Solihin alias Duloh dan M. Dede Solehudin. Mereka diketahui telah membunuh 9 orang.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengungkapkan bahwa pelaku ini melakukan tindak penipuan dengan memperdaya para tenaga kerja wanita (TKW) bermodal modus Multi Level Marketing (MLM).
2. SYD
Kasus berikutnya dilakukan oleh pria yang berinisial SYD di Sleman. Untuk mengelabui korbannya supaya dapat terlihat menggandakan uang, SYD menggunakan beberapa trik sulap.Pelaku ditangkap usai menipu korban Harim Bhava (52). Pelaku memperdayai korban mampu melakukan penggandaan uang dengan menggunakan ritual.
SYD memang dikenal akan triknya untuk memperdaya korban. Misalnya saja ketika memasukkan akik ke dalam telur atau mengelabui korban dengan menghilangkan uang di dalam kardus kosong.
3. Dimas Kanjeng
Dimas Kanjeng yang punya nama asli Taat Pribadi sempat menggegerkan Indonesia di tahun 2016. Setelah viral menggandakan uang, dirinya harus bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap pengikut padepokannya yakni Abdul Gani dan Ismail.Kedua korban disiksa menggunakan senjata tajam dan benda tumpul hingga tewas. Taat membunuh keduanya karena khawatir jika pengikutnya itu membongkar praktik penipuan yang dilakukannya tersebut.
4. Padepokan Satrio Bayu
Setelah kasus Dimas Kanjeng, munculah kasus baru berkedok sama di tahun 2016. Kali ini pembunuhan dilakukan oleh Pemimpin Padepokan Satrio Bayu Aji yang berinisial AH dan R.Korbannya sendiri adalah Shendy Eko dan Ahmad Sanusi. Mereka adalah korban penipuan bermodus penggandaan emas. Dugaan pembunuhan adalah dengan menggunakan racun potasium sianida.
(bim)