GSM Gelar Ng(K)aji Pendidikan, Menemukan Kembali Indonesia yang Hilang
Senin, 26 Agustus 2024 - 10:07 WIB
loading...
GSM kembali mengadakan program Ng(K)aji Pendidikan dengan tema spesial yakni Menemukan Kembali Indonesia di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (24/8/2024). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
YOGYAKARTA - Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) kembali mengadakan program Ng(k)aji Pendidikan dengan tema spesial yakni Menemukan Kembali Indonesia. Pagelaran diisi dengan bermacam-macam acara ini digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (24/8/2024).
Founder GSM Muhammad Nur Rizal dalam orasinya mengatakan, jika ingin menemukan Indonesia, maka kita harus menarasikan kembali sejarah dan kemajemukan Indonesia. Anak-anak harus diajak berimajinasi ingin menjadi apa.
”Arahkan proses belajarnya untuk mempunyai antusiasme perangai ilmiah. Dengan narasi, maka akan ditemukan kembali marwah Indonesia dari ruang-ruang kelas,” katanya. Baca juga: Problematika Pendidikan dan Pembangunan di Indonesia
Rizal resah dengan reputasi Indonesia yang kian menurun sebagai sebuah bangsa besar. Namun dia yakin hal tersebut dapat diatasi dengan penyebaran narasi yang menyoroti sejarah dari Indonesia.
Beberapa yang terus diangkat Rizal adalah fakta bahwa Candi Muaro di Jambi pada era Sriwijaya berperan selayaknya Oxford bagi pembelajaran agama Buddha dunia di masa lampau. Bagaimana model pertanian subak atau terasering yang kerap digunakan Kerajaan Mataram Kuno , saat ini dianggap sebagai sesuatu yang berkelanjutan dan mampu dijadikan pengendali iklim paling alamiah.
Founder GSM Muhammad Nur Rizal dalam orasinya mengatakan, jika ingin menemukan Indonesia, maka kita harus menarasikan kembali sejarah dan kemajemukan Indonesia. Anak-anak harus diajak berimajinasi ingin menjadi apa.
”Arahkan proses belajarnya untuk mempunyai antusiasme perangai ilmiah. Dengan narasi, maka akan ditemukan kembali marwah Indonesia dari ruang-ruang kelas,” katanya. Baca juga: Problematika Pendidikan dan Pembangunan di Indonesia
Rizal resah dengan reputasi Indonesia yang kian menurun sebagai sebuah bangsa besar. Namun dia yakin hal tersebut dapat diatasi dengan penyebaran narasi yang menyoroti sejarah dari Indonesia.
Beberapa yang terus diangkat Rizal adalah fakta bahwa Candi Muaro di Jambi pada era Sriwijaya berperan selayaknya Oxford bagi pembelajaran agama Buddha dunia di masa lampau. Bagaimana model pertanian subak atau terasering yang kerap digunakan Kerajaan Mataram Kuno , saat ini dianggap sebagai sesuatu yang berkelanjutan dan mampu dijadikan pengendali iklim paling alamiah.
Lihat Juga :