Bantaran Sungai dan Rusun Jadi Lumbung Pangan di Masa Pandemi

loading...
Bantaran Sungai dan Rusun Jadi Lumbung Pangan di Masa Pandemi
Berbagai lahan kosong kini ditanami umbi-umbian untuk bisa menghasilkan pangan sebagai pendamping beras.Foto/SINDONews/Aan haryono
SURABAYA - Penanaman bahan pangan kini dilakukan secara massif di Kota Pahlawan. Langkah ini silakukan untuk menjaga stabilitas kebutuhan pangan warga selama masa pandemic COVID-19.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Yuniarto Herlambang menuturkan, sejak 28 Mei lalu pihaknya telah gencar melakukan penanaman berbagai bahan pangan. Pemanfaatan lahan kosong sebagai tempat urban farming menjadi pilihan yang memungkinkan.

“Berbagai lahan yang kosong milik pemkot ditanami untuk meningkatkan ketahanan pangan,” kata Herlambang, Sabtu (18/7/2020). (Baca juga:Antisipasi Beras Tak Cukup, Risma Siapkan Mie Talas untuk Warga)

Ia melanjutkan, lokasi penanaman sendiri dilakukan di berbagai tempat seperti rusun, bantaran sungai hingga Bekas Tanah Kas Desa (BTKD). Setidaknya ada puluhan titik lokasi yang telah ditanami.



Salah satunya Bantaran Sungai Jambangan, Bantaran Sungai Kebon Agung, Kecamatan Jambangan, BTKD Jambangan, persil 12 RW BTKD Kelurahan Kebraon, BTKD Menanggal Timur, Dukuh Menanggal, BTKD Kelurahan Jeruk, BTKD Kebraon dan BTKD Sumberejo.

(Baca juga:Putus Mata Rantai, 598.065 Warga Jatim Jalani Rapid Test COVID-19)

Herlambang menambahkan, penanaman bahan pangan itu juga dilakukan di Taman Hutan Raya (TAHURA) dan Kebun Raya Mangrove (KRM). Selain itu pula di Halaman Taman Surya Balai Kota Surabaya juga ikut ditanami ratusan ketela rambat dan ribuan batang padi.



“Masing-masing wilayah beragam yang ditanam. Ada yang ketela rambat, ketela pohon, pohon pisang, bahkan ada juga ketiganya ditanam di sana,” jelasnya.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top