Antisipasi Beras Tak Cukup, Risma Siapkan Mie Talas untuk Warga
Sabtu, 18 Juli 2020 - 16:44 WIB
loading...
Penanaman umbi-umnian dilakukan di Kota Surabaya dalam jumlah yang banyak. Langkah ini untuk mengantisipasi kurangnya pasokan beras. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah menyiapkan program kedaulatan pangan untuk menghadapi pandemi COVID-19 . Berbagai makanan pendamping mulai disiapkan seperti mie talas untuk mengantisipasi kebutuhan beras di Kota Pahlawan tak mencukupi.
Risma saat ini mulai menyiapkan program tersebut sebagai pendukung beras atau makanan pokok sehari-hari. Pihaknya juga sudah menyiapkan program kedaulatan pangan dengan cara menanam makanan pendamping beras. Seperti ketela pohon, ketela rambat, tales, sukun, pisang dan makanan lainnya.
Ke depan, harapannya masyarakat tak hanya mengonsumsi beras sebagai makanan pokok sehari-hari. “Saya juga belajar ini bagaimana makanan beras ini bisa dicampur. Kami juga membuat resep mie dari talas, mie dari ketela pohon, mie dari ketela rambat. Sehingga nanti warga mungkin bisa memakan makanan yang selain beras, bisa yang lain,” kata Risma ketika ditemui di Balai Kota Surabaya, Sabtu (18/7/2020). (Baca juga: Positif COVID-19 Blitar Melonjak Jadi 93 Pasien, RS Overload )
Ia melanjutkan, dalam satu bulan kebutuhan beras warga di Surabaya itu sekitar 16.682.060 kilogram. Jika ke depan kebutuhan beras ini tidak segera diantisipasi, ia khawatir hal ini dapat berdampak kurangnya bahan pangan di masyarakat. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini. “Jadi karena itu kita siapkan (program kedaulatan pangan),” ucapnya.
Risma tak berharap kebutuhan beras di Kota Surabaya tak mencukupi, namun hal itu dilakukannya sebagai bentuk antisipasi saja. Untuk itu, pihaknya telah melakukan penanaman di beberapa titik lokasi dengan memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. (Baca juga: Bocah SD di Gresik Dinikahkan Siri Usai Diperkosa Perangkat Desa )
Risma saat ini mulai menyiapkan program tersebut sebagai pendukung beras atau makanan pokok sehari-hari. Pihaknya juga sudah menyiapkan program kedaulatan pangan dengan cara menanam makanan pendamping beras. Seperti ketela pohon, ketela rambat, tales, sukun, pisang dan makanan lainnya.
Ke depan, harapannya masyarakat tak hanya mengonsumsi beras sebagai makanan pokok sehari-hari. “Saya juga belajar ini bagaimana makanan beras ini bisa dicampur. Kami juga membuat resep mie dari talas, mie dari ketela pohon, mie dari ketela rambat. Sehingga nanti warga mungkin bisa memakan makanan yang selain beras, bisa yang lain,” kata Risma ketika ditemui di Balai Kota Surabaya, Sabtu (18/7/2020). (Baca juga: Positif COVID-19 Blitar Melonjak Jadi 93 Pasien, RS Overload )
Ia melanjutkan, dalam satu bulan kebutuhan beras warga di Surabaya itu sekitar 16.682.060 kilogram. Jika ke depan kebutuhan beras ini tidak segera diantisipasi, ia khawatir hal ini dapat berdampak kurangnya bahan pangan di masyarakat. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini. “Jadi karena itu kita siapkan (program kedaulatan pangan),” ucapnya.
Risma tak berharap kebutuhan beras di Kota Surabaya tak mencukupi, namun hal itu dilakukannya sebagai bentuk antisipasi saja. Untuk itu, pihaknya telah melakukan penanaman di beberapa titik lokasi dengan memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. (Baca juga: Bocah SD di Gresik Dinikahkan Siri Usai Diperkosa Perangkat Desa )
Lihat Juga :