Kisah Legenda Orang-orang Gelap Blitar, dari Bromocorah Sekelas Kusni Kasdut hingga Samanhudi Anwar
Sabtu, 28 Januari 2023 - 11:14 WIB
loading...
Foto orang-orang gelap Blitar, dari Kusni Kasdut, Sawito, hingga Samanhudi Anwar. Foto/ist.
A
A
A
Gerakan senyap anggota Subdit Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim, menangkap mantan Wali Kota Blitar, Muh. Samanhudi Anwar, menggemparkan warga Kota Blitar. Tak main-main, Samanhudi Anwar diduga terlibat perampokan rumah dinas Wali Kota Blitar.
Baca juga: Tangan Diborgol, Mantan Wali Kota Blitar Samanhudi: Saya Tak Tahu Kenapa Ditangkap
Samanhudi Anwar yang ditangkap di lapangan futsal di Kota Blitar, bukan satu-satunya sosok asal Blitar yang memiliki sepak terjang kontroversial, dan menghebohkan publik kota berjuluk Kota Patria tersebut, karena berada di lembah kelam orang-orang "gelap" asal Blitar.
Berdasarkan memori masyarakat Blitar, ada sejumlah sosok orang-orang "gelap" asal Blitar, pendahulu Samanhudi Anwar yang sepak terjangnya juga menggemparkan publik. Berikut di antaranya:
1. Kusni Kasdut
Nama Kusni Kasdut pernah membuat heboh publik yang hingga kini terus dikenang. Kusni tidak hanya populer di kalangan masyarakat Blitar, tapi juga secara nasional.
Nama Kusni Kasdut dikenal sebagai penjahat besar, setelah bersama timnya nekat merampok Museum Nasional Jakarta. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1963.
Kusni dikenal bernyali sekaligus licin. Saat hendak ditangkap di Semarang, Jawa Tengah, ia melawan dan seorang polisi tewas tertembak. Sejak itu Kusni Kasdut menjadi penjahat yang paling dicari.
Aksi kejahatannya tak berhenti. Ia menculik seorang dokter di Surabaya, dan kepada keluarga dokter dimintanya uang tebusan. Ia merampok seorang miliader keturunan Arab di Jakarta, dan membuat miliader tewas.
Kusni Kasdut tertangkap berulangkali. Namun berkali-kali pula berhasil kabur dari penjara yang membelenggunya. Penjara Semarang, Kalisosok Surabaya, dan Cipinang Jakarta, dengan mudah diterobosnya.
Baca juga: Cerita Kusni Kasdut, Perampok Legendaris yang Pernah Terlibat Pertempuran 10 November Surabaya
Kepada polisi yang menangkapnya Kusni Kasdut selalu mengaku berasal dari Blitar. Ia mengatakan lahir di Desa Jatituri, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar pada akhir tahun 1929.
Dalam buku "Kusni Kasdut", Parakitri menulis, Kusni Kasdut bukan berasal dari Blitar dan Malang. Kusni lahir di Desa Bayan Patikrejo Kabupaten Tulungagung. Kendati demikian publik terlanjur lebih mempercayai Kusni Kasdut berasal dari Blitar.
Baca juga: Tangan Diborgol, Mantan Wali Kota Blitar Samanhudi: Saya Tak Tahu Kenapa Ditangkap
Samanhudi Anwar yang ditangkap di lapangan futsal di Kota Blitar, bukan satu-satunya sosok asal Blitar yang memiliki sepak terjang kontroversial, dan menghebohkan publik kota berjuluk Kota Patria tersebut, karena berada di lembah kelam orang-orang "gelap" asal Blitar.
Berdasarkan memori masyarakat Blitar, ada sejumlah sosok orang-orang "gelap" asal Blitar, pendahulu Samanhudi Anwar yang sepak terjangnya juga menggemparkan publik. Berikut di antaranya:
1. Kusni Kasdut
Nama Kusni Kasdut pernah membuat heboh publik yang hingga kini terus dikenang. Kusni tidak hanya populer di kalangan masyarakat Blitar, tapi juga secara nasional.
Nama Kusni Kasdut dikenal sebagai penjahat besar, setelah bersama timnya nekat merampok Museum Nasional Jakarta. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1963.
Kusni dikenal bernyali sekaligus licin. Saat hendak ditangkap di Semarang, Jawa Tengah, ia melawan dan seorang polisi tewas tertembak. Sejak itu Kusni Kasdut menjadi penjahat yang paling dicari.
Aksi kejahatannya tak berhenti. Ia menculik seorang dokter di Surabaya, dan kepada keluarga dokter dimintanya uang tebusan. Ia merampok seorang miliader keturunan Arab di Jakarta, dan membuat miliader tewas.
Kusni Kasdut tertangkap berulangkali. Namun berkali-kali pula berhasil kabur dari penjara yang membelenggunya. Penjara Semarang, Kalisosok Surabaya, dan Cipinang Jakarta, dengan mudah diterobosnya.
Baca juga: Cerita Kusni Kasdut, Perampok Legendaris yang Pernah Terlibat Pertempuran 10 November Surabaya
Kepada polisi yang menangkapnya Kusni Kasdut selalu mengaku berasal dari Blitar. Ia mengatakan lahir di Desa Jatituri, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar pada akhir tahun 1929.
Dalam buku "Kusni Kasdut", Parakitri menulis, Kusni Kasdut bukan berasal dari Blitar dan Malang. Kusni lahir di Desa Bayan Patikrejo Kabupaten Tulungagung. Kendati demikian publik terlanjur lebih mempercayai Kusni Kasdut berasal dari Blitar.
Lihat Juga :