Kades Bejat! Tega 7 Kali Setubuhi Gadis 20 Tahun untuk Jadi Perangkat Desa

Jum'at, 20 Januari 2023 - 21:15 WIB
loading...
Kades Bejat! Tega 7 Kali Setubuhi Gadis 20 Tahun untuk Jadi Perangkat Desa
Wanita berinisial WT (20) menjadi korban persetubuhan yang dilakukan kepala desa (Kades) di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, karena dijanjikan menjadi perangkat desa. Foto/MPI/Jonirman Tafonao
A A A
NIAS SELATAN - Nasib tragis dialami gadis di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, berinisial WT (20). Demi menjadi perangkat desa, gadis malang tersebut justru jadi korban persetubuhan yang dilakukan oleh kepala desa (Kades) berinisial OT.

Baca juga: Dimabuk Asmara, Siswi SMA Pasrahkan Kesucian Direnggut Pacar di Kamar Kos

Kejadian persetubuhan ini berawal saat OT menjanjikan kepada WT untuk menjadi perangkat desa, dan meminta WT untuk datang ke rumah OT yang juga berfungsi sebagai kantor desa. WT memenuhi permintaan OT, dan datang pada 28 Agustus 2022.



"Pada tanggal 28 Agustus 2022, dia (OT) meminta saya untuk datang kepadanya di rumahnya yang juga menjadi kantor desa, dengan dijanjikan menjadi perangkat desa," Tutur WT, Jumat (20/1/2023).

Baca juga: Konyol! Pria Berdaster Tertangkap Basah Curi Pakaian Dalam Wanita

Pada saat korban datang ke kantor desa, kondisinya sepi. WT menyebut, di dalam kantor desa hanya ada dirinya dan OT. Saat itu, OT langsung menarik paksa WT untuk masuk kamar. "Dia langsung menarik tangan saya, dan mendorong ke kamar," ucapnya.

Pintu depan dan kamar ditutup oleh OT, disertai ancaman kepada korban, sehingga korban tidak bisa berteriak untuk meminta tolong. "Saya diancam dalam kondisi pintu tertutup. Saya tidak bisa minta tolong, dan hanya bisa pasrah" katanya.

Persetubuhan paksa yang dilakukan OT kepada WT tersebut, terjadi berulang kali hingga sebanyak tujuh kali. "Kami melakukan hubungan layaknya suami istri sampai tujuh kali," kata WT.

Baca juga: Kisah Skandal Panembahan Senopati Bercinta dengan Istri Sultan Pajang hingga Punya Anak Laki-laki
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2646 seconds (11.210#12.26)