Klaster Keluarga Meroket, Isolasi Mandiri Diminta Tidak di Rumah

Jum'at, 22 Januari 2021 - 17:51 WIB
Klaster keluarga mendominasi hasil tracing Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya. Setelah dianalisis, penyebaran COVID-19 berasal dari klaster keluarga. Foto SINDOnews
SURABAYA - Klaster keluarga mendominasi hasil tracing Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya. Setelah melakukan analisis data hasil tracing yang dilaporkan oleh para camat, asal penyebaran atau penularan COVID-19 di Kota Surabaya berasal dari klaster keluarga .

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Irvan Widyanto menuturkan, analisis ini mengambil data tracing mulai dari tanggal 10-17 Januari 2021. Sample kasusnya sebanyak 150 orang yang terkonfirmasi COVID-19.



“Dari analisis itu, diketahui ada beberapa faktor yang mengakibatkan seseorang tertular atau dinyatakan terkonfirmasi COVID-19. Yang tertinggi adalah klaster keluarga atau karena kontak erat keluarga. Prosentasenya sekitar 28 persen,” kata Irvan, Jumat (22/1/2021). Baca juga: Nikmati Waktu di Rumah Aja dengan Mocktail Enak dan Menyegarkan

Ia melanjutkan, hasil analisa selanjutnya tertular karena punya komorbid dan memeriksakan diri ke rumah sakit dengan persentase 24,7 persen. Kemudian karena habis bepergian dari luar kota angkanya 14,7 persen. Disusul karena penularan di tempat kerja 12,7 persen. Setelah dari keramaian/kerumunan angkanya 10 persen, pekerja di rumah sakit/tenaga medis 7,3 persen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!