Bendungan Kuwil-Kawangkoan Kendalikan Banjir dan Sediakan Air Baku untuk Warga Manado

Jum'at, 25 November 2022 - 15:54 WIB
loading...
Bendungan Kuwil-Kawangkoan Kendalikan Banjir dan Sediakan Air Baku untuk Warga Manado
Bendungan Kuwil-Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, mampu menyediakan air baku sebanyak 4.500 liter per detik. Foto/Dok. pu.go.id
A A A
MANADO - Keberadaan Bedungan Kuwil-Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), tak hanya mampu mengendalikan banjir di Kota Manado. Bendungan ini, juga mampu menyediakan air baku untuk kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Proyek Bendungan Ciawi Rampung Akhir Tahun 2022

Menurut Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, I Komang Sudana, Bendungan Kuwil-Kawangkoan mampu menyediakan air baku sebanyak4.500 liter per detik. "Fungsi utama dibangunnya bendungan ini, untuk pengendalian banjir Kota Manado, karena bisa mereduksi hampir 25 persen. Fungsi lainnya, yaitu untuk potensi air baku," ujarnya.



Air baku sebanyak4.500 liter per detik tersebut, dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Kota Manado, Kota Bitung, dan Kabupaten Minahasa Utara. "Sudah didatangkan konsultan, dan untuk kegiatan tindak lanjutnya sudah disiapkan trasenya yang saat ini dalam tahapan finalisasi," ujarnya.

Baca juga: Pembentukan BUMD Sektor Migas Berpotensi Dongkrak PAD Kepri

Pembangunan Bendungan Kuwil-Kawangkoan, menurutnya prosesnya sangat panjang, dimulai sejak tahun 2016 atau hampir berjalan selama enam tahun. Progres pembangunannya, saat ini sudah mencapai 97 persen, dan rencananya selesai pada bulan Desember tahun ini.

"Proyek strategis nasional ini terus dipacu penyelesaiannya, agar secepatnya bisa dirasakan manfaatnya. Mudah-mudahan progres penyelesaiannya berjalan baik dan lancar," harapnya.

Baca juga: Produksi Miras Maut di Sleman, 4 Mahasiswa Ditangkap Polisi

Bendungan Kuwil-Kawangkoan adalah bendungan dengan kapasitas tampung lebih besar dibandingkan dua bendungan sebelumnya, yakni Kosinggolan dan Toraut. Kedua bendungan tersebut, menjadi penyangga sentra pertanian tanaman padi di Kabupaten Bolaang Mongondow.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1255 seconds (10.101#12.26)